WHO mendefinisikan aktifitas fisik sebagai suatu gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi, termasuk aktivitas yang dilakukan saat bekerja, bermain, melakukan pekerjaan rumah tangga, bepergian, dan terlibat dalam kegiatan rekreasi. Aktifitas fisik berbeda dengan olahraga karena pada olahraga merupakan aktivitas fisik yang direncanakan, terstruktur, berulang dan bertujuan memperbaiki atau mempertahankan satu atau lebih komponen kebugaran fisik (WHO, 2017).

Menurut WHO program Aktifitas fisik dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan usia yaitu kelompok usia 5-17 tahun, 17-65 tahun dan di atas 65 tahun. Pada usia 5-17 tahun melakkan aktifitas fisik selama minimal 60 menit per hari dengan intensitas sedang sampai kuat. Sedangkan kelompok usia 17-65 tahun dan kelompok usia di atas 65 tahun melakukan aktifitas fisik minimal 150 menit tiap minggu dengan intensitas sedang (WHO, 2017). Pada tahun 2010, WHO melaporkan seperempat orang berusia di atas 18 tahun tidak memenuhi rekomendasi minimal aktivitas fisik. Disebutkan bahwa kelompok perempuan (27%) kurang aktif dalam melakukan aktifitas fisik dibandingkan laki-laki (20%) (WHO, 2016).

Aktivitas fisik merupakan salah satu prinsip dasar dalam perawatan klinis pasien diabetes mellitus, terutama tipe 2 (T2DM). Aktivitas fisik memiliki efek menguntungkan pada kontrol glikemik dan faktor risiko metabolik utama lainnya, serta perbaikan kualitas hidup. Intervensi aktivitas fisik jangka panjang yang diawasi telah terbukti efektif dalam memperbaiki kontrol glikemik. (Valentiner et al., 2017). Suatu uji coba pada pasien berisiko tinggi menunjukkan bahwa latihan berjalan dengan intensitas 3 bulan yang terstruktur, mengakibatkan penurunan kadar insulin puasa dan kadar insulin 2 jam yang signifikan, HOMA-IR, konsentrasi kolesterol total dan LDL, serta area lemak visceral (Herzig et al., 2014).

 

Referensi:

Herzig, K., Ahola, R. & Leppa, J. 2014. Light physical activity determined by a motion sensor decreases insulin resistance , improves lipid homeostasis and reduces visceral fat in high-risk subjects : PreDiabEx study RCT. , (July 2013): 1089–1096.

Valentiner, L.S., Ried-Larsen, M., Karstoft, K., Brinkløv, C.F., Brøns, C., Nielsen, R.O., Christensen, R., Nielsen, J.S., Vaag, A.A., Pedersen, B.K. & Langberg, H. 2017. Long-Term effect of smartphone-delivered Interval Walking Training on physical activity in patients with type 2 diabetes: Protocol for a parallel group single-blinded randomised controlled trial. BMJ Open, 7(4).

WHO. 2016. Global Report on Diabetes. Isbn, 978: 88.

WHO. 2017. Physical Activity. Media centre Physical activity, (February).