Memenuhi sebagian standar akreditasi pendidikan tinggi, MMR UMY menyelenggarakan program mata kuliah pilihan (elektif). Salah satu mata kuliah elektif yang diselenggarakan MMR adalah hospital engineering, di samping mata kuliah pilihan lain (manajemen bencana dan benchmarking-manajemen strategik 2). Proses belajar mengajar hospital engineering  MMR UMY kali ini diselenggarakan pada tanggal 23-24 Mei 2014 bertempat di Gedung AR. FAchrudin Lt. 5 dalam bentuk workshop yang menghadirkan beberapa pakar teknik perumahsakitan.

Healthcare Technology Life Cycle sumber: its.ivm.edu

Healthcare Technology Life Cycle
sumber: its.ivm.edu

Salah satu dosen pakar yang memberikan kuliah adalah Ir. Supardjo, M.Kes (MMR) yang merupakan kabid. Peminatan Clinical Engineering, prodi Biomedical Engineering Program Pascasarjana Universitas Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa dengan ditetapkannya dasar akreditasi baru oleh KARS 2012 yang salah satunya berisi tentang manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK), maka saat ini sangat diperlukan tenaga rekayasa perumahsakitan (hospital engineer) di rumah sakit. Salah satu jenis kebutuhan di bidang tersebut adalah biomedical engineering di mana clinical engineering termasuk di dalamnya.

Apakah biomedic itu? Biomedic adalah penerapan teknologi di bidang kedokteran dan biologi yang mengkombinasikan kemampuan perencanaan dan keahlian pemecahan masalah engineering dengan ilmu medis dan biologi, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengembangkan dan meningkatkan teknologi dan pelayanan dalam bidang medis. Dan apakah clinical engineer itu? Clinical engineer adalah seorang profesional yang mendukung dan meningkatkan pelayanan pasien dengan menerapkan rekayasa teknik dan kemampuan menggunakan teknologi kesehatan.

Mengapa clinical engineer dibutuhkan di rumah sakit? Rumah sakit adalah suatu tempat penghasil jasa yang memiliki banyak peralatan medis ataupun peralatan lainnya yang menunjang untuk dihasilkannya suatu jasa kesehatan yang dapat dinikmati pasien. Dalam pengadaan peralatan tersebut, rumah sakit memerlukan berbagai informasi agar dapat memahami apakah peralatan tersebut benar-benar dibutuhkan dan dapat digunakan oleh rumah sakit. Demikian pula setelah peralatan tersebut telah tersedia, rumah sakit harus memahami mengenai bagaimana cara penggunaan dan perawatan peralatan tersebut agar dapat digunakan dengan optimal. Dengan dasar tersebut, diperlukan manajemen yang baik dalam pengadaan peralatan dan juga dalam perawatan dan perbaikan alat secara berkesinambungan.

CES' staff is made up mostly of biomedical technicians (BMETS) sumber : www.ssmiht.com

CES’ staff is made up mostly of biomedical technicians (BMETS)
sumber : www.ssmiht.com

Dalam Undang-Undang No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, pasal 34 ayat (2) menyebutkan bahwa penyelenggra fasilitas pelayanan kesehatan dilarang memperkerjakan tenaga kesehatan yang tidak memiliki kualifikasi dan ijin melakukan pekerjaan profesi. Hal tersebut juga berlaku bagi para clinical engineer yang bekerja di rumah sakit, clinical engineer harus memiiki kualifikasi dan ijin pekerjaan profesi. Ir. Supardjo, M.Kes (MMR) yang juga merupakan konsultan medical equipment planning and hospital planner menambahkan bahwa dalam maintenance peralatan yang terdapat di rumah sakit diperlukan tiga tingkatan jenis engineer yang harus dimiliki oleh rumah sakit, yaitu :

(1)   Low end equipment, peralatan yang membutuhkan jenis clinical engineer ini adalah sekitar 60-70 % peralatan di rumah sakit, contohnya infusion pump, suction, ECG, dan defibrillator.

(2)   Midle  range (life support and diagnostic equipment), peralatan yang membutuhkan jenis clinical engineer ini adalah sekitar 20-30 % peralatan di rumah sakit, contohnya ventilator, USG, GA machine.

(3)   High end , peralatan yang membutuhkan jenis clinical engineer ini adalah sekitar 5-10%, contohnya MRI, CT Scan, dan Angiogram.

Di akhir kuliah, beliau memaparkan dengan ditemukannya fakta bahwa rumah sakit membutuhkan tenaga engineer maka sangat tepat bagi UMY untuk membentuk program pascasarjana Hospital Engineering untuk memenuhi kebutuhan tenaga engineer di rumah sakit. (WP)