By: dr. Merita Arini, MMR

*)

This article is quoted from the book : Creswell, JW; Clark, VLP. (2011). Designing and conducting mixed methods research: 2nd Edition. California: SAGE Publication.

Mixed method is a new approach in research, especially research in the field of health. Mixed method is a research that combines qualitative and quantitative approaches with specific designs to answer research objectives. In general, there are 4 types of basic designs in mixed method research which include sequential explanatory, sequential exploratory, emebedded, and convergent parallel design. A multiphase design is an approach beyond the 4 main mixed method designs mentioned above.

Multiphase design generally done if the researcher or group of researchers examines a problem or topic iteratively, both quantitatively and qualitatively, sequentially with each approach built on the results of previous studies to answer the main objectives of the research / program. The purpose of using this design is to answer additional research questions (incremental) which are a deepening / follow-up of a programmatic research objective. This design provides a comprehensive framework especially for multiyear research with multiple phases to build the entire research and evaluation program. Therefore, researchers can use this design if:

  1. Researchers cannot fulfill the long-term goals of the research program if they only rely on a single mixed method.

  2. Researchers have experience in large-scale research (such as the background of evaluation research, background on complex research projects).

  3. Researchers feel they have sufficient resources and funding to apply multiple studies.

  4. Researchers are part of a team that includes individuals who have expertise in both qualitative and quantitative research. Collaboration in research teams is important, especially if researchers are not experts in both types of research. In research by novice researchers, this aspect of expertise must be taken into account by equipping the team or supervisor with people who are experts in both types of research designs.

  5. Researchers conduct mixed methods research on a new important question (new-emerging) that arises in different stages of research.

Multiphase design research can be designed according to research needs to answer a set of research problems or questions. Each sequential stage can be arranged to answer the objectives (specific research objectives / research questions that have been compiled to answer the major research objectives (main objectives). The researcher can also combine several basic designs used in the single mixed methods as mentioned above. Research can designed on a broad scale or in a multilevel / mutistage approach.The results of each stage of research are generally used to build the next stage, for example in the first stage a qualitative study was carried out to construct a questionnaire that would be used at the next quantitative stage.After the questionnaire was used and obtained data and quantitative analysis results, researchers then conduct the next stage for example a qualitative study in the form of FGD to discuss quantitative research findings and design interventions to be carried out.

Because of the complexity of this model, some researchers can benefit or benefit if they use mutliphase design. These advantages and designs include:

  1. This design accommodates the need for flexibility in using mixed method design elements to answer a series of interconnected research questions
  2. Researchers can publish research results from each stage of research

  3. The design is suitable for research with a typical program evaluation and can build the approach needed well.

  4. Researchers can use this design to provide an overall framework for doing multiple iterative research that even takes years.

However, researchers must also consider various challenges that might be faced when conducting research with the design. Researchers must anticipate the challenges that are generally associated with each phase of research in each single mixed method design that is applied. On the other hand, researchers must ensure the availability of resources needed include time, energy, and so on, considering that research generally requires a long time. Interpersonal issues in collaboration between researchers must also be anticipated, especially if in the course of the study there is a research team that resigns or needs to substitute or add members. The complexity of the stages and the flexibility of the study might cause the researcher to make amendments to the proposed ethical clearance. In meaning, researchers have challenges in connecting the meaning of the results of each stage of the study. In terms of developing a program, researchers need to consider how to translate research findings into daily practice. This can be helped by using other approaches such as implementation research.

In closing this paper, we can conclude that multiphase design is a design in complex but flexible mixed method research. This design can answer research questions that are quite complex and require more than one type of single mixed method design. The complexity of community needs and the development of the world of health, especially public health requires a good understanding of new methods in research in the field of health. If a mixed method with various variations has now developed, it is not impossible that in the future there will continue to develop new approaches that enrich the thinking paradigm of special researchers in the health sector.

Oleh: dr. Merita Arini, MMR

*) Tulisan ini disarikan dari buku: Creswell, JW; Clark, VLP. (2011). Designing and conducting mixed methods research: 2nd Edition. California: SAGE Publication.

Mixed method merupakan pendekatan baru dalam penelitian, terutama penelitian di bidang kesehatan. Mixed method merupakan penelitian yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan rancangan tertentu untuk menjawab tujuan penelitian. Secara umum terdapat 4 jenis basic designs dalam penelitian mixed method yang meliputi sequential explanatory, sequential exploratory, emebedded, dan convergent parallel design. Desain multifase (multiphase design) adalah pendekatan di luar 4 desain utama mixed method tersebut di atas.

Multiphase design umumnya dilakukan jika peneliti atau sekelompok peneliti menguji suatu masalah atau topik secara iteratif, baik kuantitatif maupun kualitatif, secara sekuensial dengan masing-masing pendekatan dibangun berdasarkan hasil studi sebelumnya untuk menjawab tujuan utama penelitian/ program.  Tujuan penggunaan desain ini  adalah untuk menjawab pertanyaan penelitian tambahan (incremental) yang merupakan pendalaman/ tindak lanjut dari suatu tujuan penelitian programatik. Desain ini memberikan kerangka yang menyeluruh terutama untuk penelitian-penelitian yang bersifat multiyears dengan fase yang multipel untuk membangun keseluruhan program penelitian maupun evaluasi. Oleh karena itu, peneliti dapat menggunakan desain ini jika:

  1. Peneliti tidak dapat memenuhi tujuan jangka panjang program penelitian jika hanya mengandalkan single mixed method.
  2. Peneliti memiliki pengalaman dalam penelitian dnegan skala besar (seperti latar belakan penelitian evaluasi, latar belakang pada proyek-proyek penelitian yang kompleks).
  3. Peneliti merasa memiliki sumber daya dan pendanaan yang cukup untuk menerapkan penelitian yang multipel.
  4. Peneliti merupakan bagian dari tim yang meliputi individu-indu yang memiliki keahlian baik dalam penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Kolaborasi dalam tim penelitian adalah hal yang penting, terutama jika peneliti tidak ahli pada kedua jenis penelitian. Pada penelitian oleh peneliti pemula, aspek expertise ini harus diperhitungkan dengan melengkapi tim atau supervisor dengan orang-orang yang ahli dalam kedua jenis desain penelitian tersebut.
  5. Peneliti melakukan penelitian mixed methods terhadap suatu pertanyaan penting yang baru (new-emerging) yang timbul dalam tahap penelitian yang berbeda.

Penelitian dengan desain multifase dapat dirancang sesuai kebutuhan penelitian untuk menjawab seperangkat masalah atau pertanyaan penelitian. Setiap tahapan sekuensial dapat disusun untuk menjawab tujuan (tujuan khusus penelitian/ pertanyaan-pertanyaan penelitian yang telah disusun untuk menjawab tujuan besar penelitian (tujuan utama). Peneliti juga dapat menggabungkan beberapa desain basic yang digunakan pada single mixed methods sebagaimana disebutkan di atas. Penelitian dapat didesain dalam skala yang luas maupun dalam pendekatan multilevel/ mutistage. Hasil dari setiap tahap penelitian umumnya digunakan untuk membangun tahap berikutnya. Contohnya adalah pada tahap pertama dilakukan studi kualitatif untuk membangun kuesioner yang akan digunakan pada tahap kuantitatif berikutnya. Setelah kuesioner digunakan dan didapatkan data dan hasil analisis kuantitatif, peneliti kemudian melakukan tahap berikutnya misalnya studi kualitatif berupa FGD untuk membahas temuan penelitian kuantitatif dan merancang intervensi yang akan dilakukan.

Oleh karena kompleksitas model ini, beberapa keuntungan atau manfaat bisa didapatkan peneliti jika menggunakan mutliphase design. Kelebihan dan desain ini antara lain:

  1. Desain ini mengakomodasi kebutuhan fleksibilitas dalam menggunakan elemen  mixed method design untuk menjawab serangkaian pertanyaan penelitian yang saling berhubungan
  2. Peneliti dapat mempublikasikan hasil penelitian dari setiap tahapan penelitian
  3. Desain cocok untuk penelitian dengan tipikal evaluasi program dan dapat membangun pendekatan yang dibutuhkan dengan baik.
  4. Peneliti dapat menggunakan desain ini untuk menyediakan kerangka secara keseluruhan untuk melakukan penelitian multipel yang iteratif bahkan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Namun demikian, peneliti juga harus mempertimbangkan berbagai tantangan yang mungkin dihadapi ketika melakukan penelitian dengan desain tersebut. Peneliti harus mengantisipasi tantangan yang secara umum berhubungan dengan  masing-masing fase penelitian dalam masing-masing single mixed method design yang diterapkan. Di sisi lain, peneliti harus memastikan tersedianya sumber daya yang dibutuhkan meliputi waktu, tenaga, dan lain sebagainya mengingat penelitian umumnya membutuhkan waktu yang lama. Masalah interpersonal dalam kolaborasi antar peneliti juga harus diantisipasi, terutama jika dalam perjalanan penelitian tersebut terdapat tim peneliti yang mengundurkan diri maupun perlu melakukan subtitusi atau penambahan anggota. Kompleksnya tahapan dan fleksibilitas penelitian mungkin menyebabkan peneliti harus melakukan amandemen tehadap ethical clearance yang diajukan. Dalam pemaknaan, peneliti memiliki tantangan dalam menghubungkan makna hasil tiap tahapan penelitian. Dalam hal menyusun suatu program, peneliti perlu mempertimbangkan bagaimana menerjemahkan temuan riset ke dalam praktik sehari-hari. Hal ini dapat dibantu dengan menggunakan pendekatan lain seperti implementation research.

Sebagai penutup dari tulisan ini, dapat kita simpulkan bahwa multiphase design merupakan rancangan dalam penelitian mixed method  yang kompleks namun fleksibel. Desain ini dapat menjawab pertanyaan penelitian yang cukup kompleks dan membutuhkan lebih dari satu jenis single mixed method design. Kompleksitas kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kesehatan, khususnya kesehatan msyarakat menuntut diperlukannya pemahaman yang baik terhadap metode-metode baru dalam penelitian di bidang kesehatan. Jika saat ini telah berkembang mixed method dengan beragam variasinya, maka bukan tidak mungkin ke depan akan terus berkembang pendekatan baru yang memperkaya paradigma berpikir peneliti khsususnya di bidang kesehatan.

[wpdevart_facebook_comment curent_url="http://mmr.umy.ac.id/desain-multifase-dalam-penelitian-mixed-method/" order_type="newest" title_text="" title_text_color="#000000" title_text_font_size="22" title_text_font_famely="monospace" title_text_position="left" width="100%" bg_color="#d4d4d4" animation_effect="random" count_of_comments="3" ]