Disampaikan dalam Rakernas III MPKU PP Muhammadiyah, 4 Mei 2014,Yogyakarta dengan mengambil  tema “Dokter Kembali Ke Muhammadiyah Masa Kini,” dipaparkan beberapa program penting mengenai Gerakan Amal Usaha Kemuhammadiyahan (AUK) di bidang kesehatan dan pendidikan oleh  dr. Erwin Santosa, Sp.A, M.Kes selaku Wakil Ketua MPKU PP Muhammadiyah

Di awal presentasi wakil ketua MPKU yang biasa disapa dr. Erwin menyampaikan tiga warisan mulia yaitu KHA Ahmad Dahlan, Sang Surya, dan Panglima Thariq bin Ziyad. KHA Ahmad Dahlan yang merupakan tokoh pendiri Muhamadiyah  berpesan bahwa “Teruslah Menuntut Ilmu Pengetahuan & Kembali Kepada Muhammadiyah.” Sedangkan dari  Bait Lagu Sang Surya terdapat tiga kalimat inti pokok yaitu “Membuatku Rela Hati, Sami’na Wa Attho’na, Muhammadiyah Gerakanku”. Dan pelajaran yang bisa diambil dari panglima perang muslim yang namanya diabadikan sebagai Gibraltar-sebuah selat di Eropa yaitu “kesungguhan dalam menjalani pekerjaan yaitu pilihan untuk hidup mulia atau mati syahid.”

Acara Pengambilan Sumpah Dokter di UMY

Para Dokter Lulusan UMY tahun 2013

Kontribusi yang cukup besar dari Muhammadiyah dalam dunia kesehatan dan pendidikan tercermin dari banyaknya fasilitas kesehatan dan pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah. Jumlah FK yang dmiliki oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sebanyak 9 PTM ( FK di Indonesia sebanyak 72 di mana swasta sebanyak 38 FK). FK PTM meluluskan dokter sebanyak 720 dokter/ tahun (9170 dokter/ tahun diluluskan oleh seluruh FK di Indonesia dengan 4330 dokter/ tahun lulusan swasta). Selain itu Muhammadiyah juga memiliki RS Muhammadiyah/ ’Aisyiyah dan Klinik 4446 TT, RS ( 86 ) + Klinik (93).

 Berdasakan ketiga warisan mulia dan banyaknya tenaga kesehatan dan rumah sakit yang dimiliki, maka Muhammadiyah merumuskan beberapa konsep gerakan Muhammadiyah di antaranya yaitu:

  • Wajib  praktek  minimal di 2 tempat fasyankes: AUK ( RS/ Klinik ) dengan STR dan SIP yang berlaku. Tiga jatah praktek yang dimilki oleh dokter sebaiknya diproposikan lebih untuk Muhammadiyah yaitu dengan membagi menjadi 2 jatah praktek untuk AUK Muhammadiyah dan satu jatah ijin praktek untuk klinik atau rumah sakit non-Muhammadiyah.
  • Dari sembilan Fakultas kedokteran yang dimiliki oleh Muhamadiyah juga berkomitmen untuk memberi beasiswa selama koas yaitu senilai 30 juta kepada lima mahasiswa profesi  pada masing-masing fakultas kedokteran Muhammadiyah yang nantinya akan mengabdi selama “n” tahun.
  • Selain itu, Muhammadiyah mengadakan gerakan 1000 TT (tempat tidur) untuk rumah sakit, klinik dan beberapa fakultas kedokteran yang dimiliki oleh Muhammadiyah
  • Melaksanakan pelayanan rujukan pasien berjenjang (primer dan sekunder). Diharapkan dari 93 klinik yang merupakan pemberi  pelayanan primer melakukan rujukan ke 86 RS yang dimiliki Muhammadiyah.
  • Transfer ilmu pengetahuan: manajemen dan klinik ke RS/ Klinik asuh jejaring (sister hospital). Dalam Hal ini MMR UMY selalu berkoordinasi dengan RS Muhammadiyah dalam melakukan proses pendidikannya dan begitupun sebaliknya.

Dalam Manajemen Rumah Sakit, isu akreditasi menjadi sangat penting. Baru satu rumah sakit Islam di Indonesia yang mendapat akreditasi KARS dengan kelulusan bintang lima paripurna yaitu RS PKU Muhamadiyah Surakarta. Diharapkan Semua RS Muh/Aisyiyah segera terakreditasi oleh KARS dengan target kelulusan paripurna

dr. Erwin yang merupakan Kaprodi MMR UMY juga menyampaikan ilmu dasar dalam mengelola rumah sakit yang diringkas dalam istilah ilmu bungkus, ilmu isi, dan ilmu aturan. Ilmu bungkus yaitu pemenuhan rumah sakit dalam standar akreditasi yaitu standar berfokus pada pasien, standar manajemen, sasaran keselamatan pasien, dan MDG’s. Ilmu isi yaitu kegiatan sesuai dengan porsedur yang dilakukan oleh tenaga medis dan non medis. Ilmu aturan yaitu perundang-undnagan dan segenap peraturan pemerintah lainnya, ditambah juga dengan peraturan internal Muhammadiyah yang berlandaskan nilai islami. Aturan-aturan tersebut nantinya harus terpenuhi dan dapat dinilai dengan indikator tertentu.

Di akhir presentasi, dokter yang kini menjabat sebagai direktur RS PKU Muhammadiyah Lamongan ini berpesan bahwa dalam menjalakan BPJS ini maka rumah sakit Muhammadiyah melaksanakan  standard  coding – costing – clinical pathway, menentukan besaran jasa medis (Tarif INA-CBGs) dan harus menghindari terjadinya  Fraud. Bentuk-bentuk Fraud antara lain:

  • Pengajuan klaim dengan mencantumkan pelayanan atau tindakan yang tidak diberikan
  • Melakukan manipulasi terhadap diagnosa dengan menaikkan tingkatan jenis tindakan misalnya appendiectomy ditagihkan sebagai appendiectomy dengan komplikasi yang memerlukan operasi besar sehingga menagihkan dengan tarif lebih tinggi.
  • Memalsukan tanggal dan lama hari perawatan. Misal real-cost pasien tersebut sudah melebihi tarif asuransi yang berlaku, maka untuk mengurangi kerugian PPK RS, pasien dipulangkan dalam kondisi belum layak pulang. Atau tidak dipulangkan tetapi hanya dipulangkan secara adminstrasi, dengan tujuan PPK RS mendapat 2x tarif diagnosa.
  • Melakukan penagihan klaim dengan tarif yang lebih besar dari yang seharusnya, misalnya tagihan alat kesehatan yang lebih besar dari harga regular.

Dalam presentasiya, dokter Erwin mengingatkan agar benar-benar tidak terjadi Fraud selama  pelayanan Era JKN karena Amal Usaha Kesehatan Muhammadiyah harus menjunjung tinggi nilai Islam. (EV)

Sharing is caring!