Nur Hidayah

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari waktu ke waktu telah mengubah budaya masyarakat dimana pun berada. Tahun 60 – 70 an pembelajaran di kelas masih menggunakan sabak dan grip. Sabak adalah lempengan batu karbon hitam yang dicetak, ditulisi menggunakan grip semacam pensil yang membentuk gambar atau tulisan warna putih di sabak. Sabak hanya satu lembar, sehingga pelajar pada tahun 60-70-an harus kuat sekali hafalannya. Sabak digunakan sebelum ada buku tulis. Guru menggunakan media papan tulis warna hitam dan kapur tulis. Setelah ada buku tulis, sabak dan grip tidak digunakan lagi. Sekarang sabak mungkin masih ada di museum. Dalam teknologi komunikasi, kita masih ingat ada telpon umum pakai koin, kemudian ada warung telekomunikasi, dengan adanya hand phone (HP), maka sekarang telephon umum pakai koin sudah tidak ada lagi, warung telekomunikasi (wartel) sudah berkembang sangat pesat bukan saja untuk mengirimkan email atau download saja, tetapi sudah dikemas sedemikian rupa sehingga anak-anak muda, pelajar dan mahasiswa banyak yang memanfaatkan jasa wartel tersebut dengan santai tetapi serius untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah/kuliah. Sebelum ada HP, berkomunikasi jarak jauh dan mengirim pesan melalui surat, untuk pesan singkat dan harus cepat sampai menggunakan telegram. Saat ini sudah tidak ada lagi surat menyurat dan telegram. Dengan HP yang canggih dapat melakukan segala macam terkait dengan teknologi komunikasi dan informasi, termasuk model-model pembelajaran secara online.

Kalau kita ingat kembali seperti sabak dan grip, telephon umum dengan koin yang sekarang sudah tidak digunakan lagi, maka buku tulis sekarang sudah mulai jarang dipakai, buku-buku cetak sudah mulai ditinggalkan karena sudah ada versi online-nya atau soft copy-nya, maka dengan alasan menyelematkan lingkungan dari penebangan pohon-pohon untuk membuat kertas sebagai bahan utama buku, dilakukanlah kegiatan dengan istilahnya “Go Green”, “paper less”, surat-surat disampaikan lewat email, kecuali surat-surat penting dan khusus saja yang masih menggunakan kertas. Bayangkan berapa banyak pohon untuk membuat kertas yang dapat diselamatkan setiap harinya di seluruh dunia. Mungkin ini bisa terjadi 5-10 tahun yang akan datang.

Dalam konteks pendidikan, tentang pendidikan jarak-jauh sudah dicantumkan di Unadang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kemudian keluar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2012 yang telah dicabut digantikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2013  Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Pada Pendidikan Tinggi. Disebutkan dalam Permendikbud tersebut bahwa Pendidikan jarak jauh atau PJJ, adalah proses belajar-mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. Untuk membantu kelancaran proses belajar peserta didik institusi PTJJ menyediakan bantuan belajar yaitu segala bentuk kegiatan pendukung yang dilaksanakan oleh penyelenggara PJJ. Di PJJ disediakan Pembelajaran elektronik (e-learning) yaitu pembelajaran yang memanfaatkan paket informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran yang dapat diakses oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja. Dosen maupun peserta didik dapat menggunakan sumber belajar yaitu bahan ajar dan berbagai informasi yang dikembangkan dan dikemas dalam beragam bentuk yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan digunakan dalam proses pembelajaran.

 

Universitas Negeri di Indonesia yang didirikan tahun 1984 yaitu Universitas Terbuka, menyelenggarakan Sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ). Salah satu sumber belajar utamanya adalah bahan ajar cetak yang dikirimkan ke pada mahasiswa di seluruh indonesia dan di luar negeri. Namun saat ini sudah mulai ada pilihan e-book untuk materi bahan ajarnya. Pembelian buku juga sudah melalui media online. UT sudah berpengalaman 33 tahun menyelenggarakan PTJJ. Mahasiswa UT pernah mencapai lebih dari 500 ribu.

Dengan adanya UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, dan Permendikbud No. 109 tahun 2013 perguruan tinggi di Indonesia dapat menyelenggarakan PJJ, asal memenuhi persyaratan dan mendapatkan ijin dari Kemenristek Dikti (Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi). Di antara Universitas yang menyelenggarakan PJJ melalui e-learning adalah Universitas Bina Nusantara dan UPN “Veteran” Jakarta.

PJJ diselenggarakan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. PJJ dapat diselenggarakan pada lingkup: a. program studi; atau b. mata kuliah. PJJ pada program studi diselenggarakan pada 50% (lima puluh perseratus) atau lebih dari jumlah mata kuliah dalam 1 (satu) program studi. PJJ pada mata kuliah diselenggarakan dalam pembelajaran dalam 1 (satu) mata kuliah. Adapun modus penyelenggaraan PJJ dapat menggunakan modus tunggal yaitu PJJ diselenggarakan pada semua proses pembelajaran pada mata kuliah atau program studi. Dapat juga menggunakan modus ganda, yaitu penyelenggaraan PJJ pada matakualiah atau program studi secara tatap muka dan jarak jauh.

Beban studi dan capaian pembelajaran sama dengan pada beban studi dan capaian pembelajaran tatap muka. Sistem PJJ ini memungkinkan mahasiswa yang sudah bekerja yang tidak terjangkau oleh Pendidikan Konvensional (100 persen Tatap Muka). Namun dalam persaingan untuk mendapatkan mahasiswa, PJJ ini menjadi pesaing bagi PT Konvensional. Dalam persaingan bisnis, strategi untuk memenangkan persaingan tidak denan cara membunuh atau menjatuhkan pesaing, tetapi dalam keadaan yang sudah hypercompetitive saat ini, strategi yang lebih baik justru bekerjasama merangkul pesaing. Mengapa demikian? Karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, setiap institusi secanggih apapun tidak memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan, maka dari itu perlu kerjasama dengan pihak lain. Dengan kerjasama bisa saling mengisi, sehingga masing-masing pihak mendapatkan keuntungan.

Kembali kepada kemajuan pengetahuan dan teknologi, ke depan PJJ akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat generasi yang akan datang karena basisnya adalah teknologi komunikasi dan informasi. Dalam bidang bisnis, contohnya taksi konvensional sudah ditinggalkan oleh pelanggan, ganti dengan taksi online yang menggunakan sistem komunikasi dan informasi seperti Grap, Uber dan Gocar. Percuma perusahaan taksi konvensional melakukan demo dengan adanya taksi online dan ojek online, karena mengurangi orderan dan pendapatan mereka secara drastis. Ojek konvensional juga telah ditinggalkan oleh pelanggannya, beralih pada ojek online yaitu gojek, uber, dan grap, dan mungkin akan muncul penyedia jasa online untuk transportasi. Saat ini transaksi-transaksi bisnis juga sudah menggunakan online, seperti tiket pesawat terbang, tiket kereta api, hotel, dan bisnis perdagangan online. Dalam usaha perdagangan, mall-mall dan super atau hypermarket juga terancam ditinggalkan pelanggannya, mungkin hanya untuk jalan-jalan melihat-lihat saja. Perusahaan seperti Lazada, Buka Lapak dan sebagainya, bahkan perusahaan kecil-kecil atau perseorangan sudah menggunakan aplikasi online untuk oredr barang dan pembayarannya. Semua serba online. Demikian juga pendidikan di masa yang akan datang, tidak mungkin lagi dapat bertahan dengan sistem tradisional. Oleh karena itu penyelenggaran pendidikan di tingkat Universitas, Program studi dan mata kuliah sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk menuju ke penyelenggaraan secara online, sedikit-demi sedikit, jika tidak mungkin sekaligus dalam proporsi yang besar. Mulai dari sebagian mata kuliahnya menggunakan online. Hal ini sangat penting agar ke depan mempunyai pengalaman, ketika jaman harus berubah ke serba online, dan yang tradisional atau konvensional sudah tidak layak lagi digunakan seperti di awal pembahasan ini sabak dan grip yang tidak lagi digunakan dalam pembelajaran.

Dalam rangka menyesuaikan dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi serta mengantisipasi perubahan sistem pembelajaran, maka Program Studi Manajemen Rumah Sakit, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MMR UMY) akan menyelenggarakan Blended Learning, atau modus ganda yang porsinya kurang dari 50 persen proses pembelajarannya akan menggunakan online. Jika PJJ 50 persen lebih penyelenggaraannya secara online, baik dengan modus tunggal (fully online), modus ganda (campuran/blended learning), maupun membentuk konsursium dengan program studi dan fakultas dalam satu universitas, atau antar universitas agar lebih efisien sumber dayanya, karena penggunaannya secara bersama-sama. Blended learning yang kurang dari 50 persen penyelenggaraan pembelajarannya secara online tidak perlu ijin khusus, yang perlu ijin khusus berdasarkan Permendikbud Nomor 109 Tahun 2013  Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Pada Pendidikan Tinggi yang 50 persen atau lebih penyelenggaraan pembelajarannya secara online.

Sistem pembelajaran modus ganda atau Blended Learning atau metode penyelenggaraan pembelajaran campuran antara tatap muka dengan online (e-learning)  dapat memberikan kemudahan kepada mahasiswa MMR UMY yang sibuk bekerja sebagai direktur rumah sakit, dokter spesialis, dan para pejabat struktural maupun fungsional di rumah sakit, sehingga mereka tidak harus datang ke kampus setiap Jum’at dan Sabtu.  Saat ini Sistem Pembelajaran Blended Lening di MMR UMY sedang dalam masa persiapan. In sya Allah untuk angkatan tahun 2018, MMR UMY sudah siap menyelenggarakan sistem pembelajaran Blended Learning untuk kelas Non Reguler.