Oleh Firman Pribadi

Tulisan ini pernah dimuat pada Blog Firman Pribadi – UMY, namun tulisan ini kembali saya share melalui web MMR ini usebagai bahan bagi mahasiswa MMR – UMY untuk penelitian tesisnya. Tulisan ini seperti awalnya adalah tulisan bersambung mengenai keterkaitan Perencanaan, Penganggaran, Estimasi dan SPM di Rumsah sakit, berikut adalah tulisan awal yang berisi pengertian perencanaan, penganggaran dan estimasi secara umum. Demikian selamat membaca.

Perencanaan, Penganggaran dan Estimasi (forecasting) (PPE), seharusnya dilakukan untuk mendukung bisnis dalam memahami bagaimana aktivitas RS yang sedang berlangsung berkontribusi dalam mengantarkan pencapaian satrategi jangka panjang RS. PPE adalah metode untuk mengalokasikan sumberdaya yang langka agar sejalan dengan strategik intent rumah sakit, dan untuk perencanaan tindakan guna membantu RS dalam memenuhi tujuan strategik agar mampu merespon kondisi yang selalu berubah.

  1. Pengertian Perencanaan, Penganggaran dan Estimasi secara umum

Perencanaan, Penganggaran, dan Estimasi (PPE) berada dalam kerangka manajemen kinerja. PPE terdiri dari tiga komponen dimana organisasi dapat dengan mulus mengaitkan top-down dari target strategik kedalam peramalan keuangan dan operasional serta laporan kinerja terkait dengan capaian target rumah sakit.

Peran dari PPE dapat dijabarkan seperti berikut, perencanaan strategik top-down yang mendefinisikan klaim strategik RS dan aktivitas level tinggi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan RS. Penganggaran, sebuah anggaran yang memungkinkan alokasi sumber daya untuk disesuaikan dengan tujuan strategik dan target yang disusun untuk seluruh unit di RS. Estimasi, sebuah prakiraan atau peramalan yang mecoba mensejalankan kinerja harapan agar sesuai dengan tujuan RS yang ingin dicapai, maka keputusan yang tepat waktu dapat diambil untuk mengatasi kekurangan pencapaian target, atau untuk memaksimalkan kesempatan yang timbul.

Sebuah kerangka manajemn kinerja terintegrasi sangat penting bagi visibilitas aktivitas yang secara langsung mengantarkan pada pertumbuhan dan memberikan kerangka yang jelas untuk menentukan bagaimana sumberdaya secara kontinyu dialokasikan untuk mendukung pencapaian strategi.

Perencanaan yang terkait dengan manajemen strategik atau perencanaan strategik merupakan hal mendasar dalam leading organization yang berada dalam lingkungan yang dinamis. Perencanaan strategis menuntun rumah sakit dari kondisi saat ini menuju ke kondisi masa depan, dimana proses ini diliputi dengan ketidakpastian baik internal maupun eksternal

Perencanaan strategik memberikan momentum bagi perubahan, dimana perubahan organisasi adalah bagian mendasar bagi bertahan hidupn dan manajer strategik harus mampu memahami hubungan antara perubahan dan bertahan hidup. karenanya pemimpin RS harus melihat masa depan, menciptakan visi baru untuk sukses, dan mempersiapkan “quantum improvement” (Swayne,  et all 2006)

Anggaran menurut Livingstone (1993) didefinisikan sebagai rencana formal yang bersifat komprehensif, diekspresikan dalam istilah kuantitatif, menggambarkan operasi suatu organisasi yang diharapkan terjadi pada suatu periode waktu di masa datang. Nowicki (2008) mendefinisikan penganggaran sebagai proses mengubah atau “dollarizing” rencana operasi kedalam istilah moneter/keuangan

Tujuan sistem penganggaran secara umum adalah untuk Perencanaan, Sebagai fasilitasi untuk komunikasi dan koordinasi, Alokasi sumberdaya, dan Pengendalian laba dan operasi serta Evaluasi kinerja dan dasar pemberian insentif

Fungsi Penganggaran adalah sebagai alat analisa organisasi, untuk memprediksi kinerja, untuk pengendalian kinerja saat ini, untuk awal untuk kejadian yang akan datang, dan sebagai tanda adanya kesempatan atau ancaman serta untuk mengurangi ketidakpastian

Penganggaran di rumah sakit merupakan bentuk penganggaran yang lebih kompleks dibandingkan dengan bentuk bisnis lainnya karena proyeksi pendapatan sulit ditetapkan dan adanya bentuk keterbatasan sumber daya, sehingga tujuan utama dari penganggaran di rumah sakit adalah menyesuaikan dengan Business Plan rumah sakit

Tujuan penganggaran di rumah sakit yang disejalankan dengan rencana bisnis rumah sakit adalah untuk program pelayanan pasien, peningkatan dan pengendalian mutu, pelatihan staf dan terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah untuk keuntungan RS secara menyeluruh.

Daftar Pustaka

Livingstone J. L., (1993), “The Portable MBA in Finance and Accounting

Nowicki M., (2008), “ Financial Management of Hospital and Healthcare Organizations 4th edition”. Health Administration Press Chicago,IL.

O’Mahony, J., Lyon, J., (2015), Planning, Budgeting and Forecasting: An eye on the future, A KPMG and ACCA Thought Leadership Report