Jaminan Kesehatan Nasional telah berjalan dimuali sejak tahun 2014 dengan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) sebagai badan resmi pengelola. JKN hingga saat ini banyak melakukan pembahasan mengenai pengelolaan pembiayaan para peserta secara standar nasional baik yang mendapatkan bantuan iuran dari pemerintah maupun yang membayar iur tiap bulan secara mandiri. Namun, dari segi pengaturan jasa bagi tenaga kesehatan masih berdasarkan kebijakan masing – masing rumah sakit sesuai dengan sistem manajemen yang diatur.

Remunerasi tenaga kesehetan merupakan kompensasi yang diterima oleh tenaga kesehatan atas jasa yang telah dikerjakanya. Hal ini masih menjadi problem kesenjangan keinginan dari tenaga kesehatan dengan pihak manajemen rumah sakit.

Program Magister Manajemen Rumah Sakit (MMR) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melihat problem ini menjadi suatu topik yang menarik dalam kajian keilmuan untuk dapat mengetahui bagaimana seharusnya pengelolaan remunerasi tenaga kesehatan yang pada kesempatan kali ini akan konsen pada dokter yang benar. Pada tanggal 27 Juli 2017 Program MMR UMY akan mengadakan seminar satu hari yang bertempat di Gedung Pascasarjana UMY lantai 4, dengan tema “Remunerasi Dokter, Kajian dan Penerapan Rumah Sakit di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)” yang diselenggarakan oleh para wisudawan program MMR angkatan XIII.

Seminar ini akan mengadirkan dua pembicara yakni Dr. Dr. Nur Hidayah, M.M yang merupakan dosen Pascasarjana UMY akan mengangkat pembahasan mengenai “Konsep Sistem Remunerasi ditinjau dari Keilmuan Manajemen RS” dan dr. Harry Triyanto, MARS yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama RS Proklamasi Karawang yang akan mengangkat pembahasan mengenai “Implementasi Sistem Remunerasi Dokter di RS, Tantangan dan Solusi Dalam Menghadapinya”.  Diharapkan dengan adanya kajian keilmuan ini menjadi titik terang dalam mengatasi problem kesenjangan antara manajemen rumah sakit dengan dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut.

 

Oleh: Waskitho Nugroho,dr