(GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin.

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, gaya hidup sehat (lifestyle modification) adalah segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindari kebiasaan yang buruk yang dapat mengganggu kesehatan. Menerapkan gaya hidup sehat bagi penting untuk mencegah hipertensi dan merupakan bagian yang penting dalam penanganan hipertensi. Semua pasien dengan prehipertensi dan hipertensi harus melakukan perubahan gaya hidup. Indikator gaya hidup sehat antara lain : perilaku tidak merokok, pola makan sehat dan seimbang dan aktivitas fisik yang teratur (Depkes, 2007). Menurut Joint Comittee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7) dan beberapa guideline terbaru menyatakan bahwa lifestyle modification merupakan langkah awal yang penting untuk mengontrol kasus hipertensi. Lifestyle modification dapat dilakukan pada awal terapi ataupun bersamaan dengan terapi untuk menguatkan efek terapi (Karuncharernpanit, 2015).

Efek dari lifestyle yang buruk seperti merokok, tidak berolah raga atau beraktivitas fisik tidak sesuai ketentuan, unhealthy food dan minum alkohol meningkatkan 3x mortalitas dibandingkan pada individu yang mengerjakan lifestyle modification dengan benar. Resiko tersebut meningkat jika individu tersebut mempunya faktor resiko cardiovaskular disease(Woznicki, 2010). Banyak penelitian pada individu tentang efek dari lifestyle yang buruk juga mengakibatkan adanya penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif merupakan menurunnya kemampuan sel-sel tubuh yang kemudian berdampak kepada fungsi organ secara umum. Penyakit degeneratif selain disebabkan oleh bertambahnya usia juga dipercepat oleh adanya lifestyle yang buruk. Salah satu penyakit degeneratif adalah cardiovaskular disease (CVD). CVD disebabkan oleh menumpuknya plak di aliran pembuluh darah yang disebut aterosklerosis. Penumpukan plak ini salah satu mekanisme terjadinya hipertensi (Farhud, 2015).

-Mahendro Prasetyo Kusumo-

DAFTAR PUSTAKA

DEPKES. (2006). Pharmaceutical care.

https://doi.org/10.1161/01.HYP.0000066289.17754.49

Farhud, D. D. (2015). Impact of Lifestyle on Health, 44(11), 1442–1444.

Karuncharernpanit, S. (2015). LIFESTYLE MODIFICATION EFFECT ON BEHAVIOR CHANGE AND PHYSICAL CONDITIONS AMONG HYPERTENSIVE ELDERLY IN WEST JAVA, INDONESIA, 29, 83–89. https://doi.org/10.14456/jhr.2015.53

Woznicki, K. (2010). What a Bad Lifestyle Does to Your Life Span.