GREEN AND HEALTHY HOSPITAL

31/10/2016 by : mmr

Menurut Millenium Ecosystem Assessment yang diselenggarakan dibawah pengawasan PBB, pada paruh terakhir abad 20, manusia mengubah ekosistem secara cepat dan besar-besaran dibandingkan dengan periode waktu yang serupa dalam sejarah manusia. Perubahan ini disebabkan oleh cepatnya pertumbuhan atas tuntutan makanan, air bersih, kayu, serta, dan bahan bakar, yang berkontribusi besar dalam kesejahteraan umat manusia. Perubahan ini dibayar dengan biaya yang setimpal dalam bentuk kerusakan ekosistem, menghasilkan kerugian besar dan tak tergantikan dalam hal keanekaragaman mahluk hidup di Bumi, mengancam kesejahteraan umat manusia, menambah angka kemiskinan pada sekelompok masyarakat, dan meningkatkan risiko perubahan yang tidak seimbang. Dengan melihat tren yang sedang berkembang, kerusakan ekosistem bisa memburuk secara signifikan selama separuh awal abad ini dan menjadi penghalang dalam mencapai Tujuan Sustainable Development Goals/SDGs).

Data dari WHO (2016) 23% kematian global terkait karena faktor lingkungan. Dari 12,6 juta kematian per tahun, didapati 8,2 juta kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular. Adapun 10 (sepuluh) penyakit terbesar penyebab kematian tersebut yaitu :

  1. Stroke (2,5 juta),
  2. Ischaemic Heart Disease (2,3 juta),
  3. Unintentional Injuries (1,7 juta),
  4. Cancers (1,7 juta),
  5. Chronic Respiratory Diseases (1,4 juta)
  6. Diarrhoeal Diseases (840.000)
  7. Respiratory Infections (567.000)
  8. Neonatal Conditions (270.000)
  9. Malaria (259.000)
  10. Intentional Injuries (246.000)

Munculnya suatu penyakit dapat terjadi karena faktor-faktor lingkungan baik itu yang bersumber langsung dari tempat tinggal, lingkungan masyarakat hingga lingkungan tempat bekerja. Hal ini akan diperbesar dan ditingkatkan karena migrasi populasi yang menyebabkan kurang tersedianya kebutuhan air yang bersih dan makanan sehat dan bergizi, kebutuhan tempat tinggal yang tidak layak bagi manusia, polusi udara baik di dalam ruangan maupun luar ruangan,  penggunaan bahan-bahan kimia dan biological agents, paparan radiasi, ultraviolet dan ionozing, community noise, risiko kerja, penggunaan pestisida dalam pengolahan pertanian, dan pengelolaan limbah. Hal ini dapat memicu terjadinya perubahan iklim yang ekstrim, perubahan ekosistem sehingga terjadinya pergeseran pola penyakit.

Dalam hal ini, sektor kesehatan terutama rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan untuk mencegah dan mengobati penyakit, justru terkadang secara tidak langsung berkontribusi dalam menimbulkan masalah kesehatan. Rumah sakit menimbulkan dampak kesehatan yang signifikan, baik itu dalam pemberian pelayanan kesehatan melalui sumber daya yang digunakan, terjadinya infeksi nosokomial (Healthcare Associated Infections/HAIs), transmisi infeksi penyakit dari dan ke pasien, staff, pengunjung rumah sakit, hingga limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit juga sangat berdampak bagi lingkungan. Dan hingga saat ini, sangat terbatas alat pengukuran yang dapat digunakan untuk menilai skala masalah ini, namun data yang muncul memberi pembenaran atas besarnya dampak lingkungan yang disebabkan oleh sektor kesehatan.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, rumah sakit menggunakan sumber daya secara maksimal dalam upaya patient safety yang berorientasi pada patient center care, dengan salah satu tujuan utamanya adalah dapat menekan angka kejadian Healthcare Associated Infections (HAIs) yang merupakan ancaman serius dan mahal untuk kesehatan masyarakat di rumah sakit secara global.

Rumah sakit dan sistem kesehatan dimanapun memiliki potensi yang tidak hanya harus mampu beradaptasi pada momok berupa perubahan iklim, juga dalam prosesnya, mempromosikan persamaan hak kesehatan yang lebih luas dan berkelanjutan dan juga kesehatan lingkungan melalui investasi pada bangunan yang lebih sehat, pembelanjaan yang ramah lingkungan, dan implementasi tindakan yang berkelanjutan. Rumah sakit dan sistem kesehatan dapat meningkatkan kondisi ekonomi dan nilai moralnya di sebuah komunitas, membantu mencapai SDGs yang berkaitan dengan kesehatan dan keberlanjutan, juga membantu mengawal perekonomian yang ramah lingkungan.Oleh karena itu, rumah sakit dan pekerja di sektor kesehatan dapat menjadi pelopor kesehatan lingkungan, dengan memberi contoh praktek-praktek yang ekonomis dan melestarikan lingkungan kepada masyarakat yang lebih luas dan komunitas global.

Prinsip Green and Healthy Hospital adalah kinerja rumah sakit tersebut dalam memberikan pelayanan kesehatan mulai dari inception, design, construction, commisioning, strategi, pengelolaan, operation dan maintenance, hingga tindakan-tindakannya dapat mengenali hubungan antara kesehatan manusia dan lingkungannya, sehingga dapat mengurangi kontribusinya pada munculnya penyakit.

Menurut Global Green and Healthy Hospital, sebuah rumah sakit yang hijau dan sehat adalah rumah sakit yang secara terus menerus mempromosikan kesehatan masyarakat untuk mengurangi dampak lingkungan dan secara menyeluruh menghilangkan kontribusinya pada munculnya penyakit. Sebuah rumah sakit yang hijau dan sehat mengenali hubungan antara kesehatan manusia dan lingkungannya, serta menunjukkan pemahaman melalui pengelolaan, strategi, dan tindakan-tindakannya. Rumah sakit ini menghubungkan kebutuhan lokal dengan tindakan dan praktek yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan yang utamanya melakukan pencegahan dengan secara aktif menjaga kesehatan lingkungan komunitas, persamaan hak kesehatan dan ekonomi yang ramah lingkungan.

Untuk mendukung usaha-usaha dalam mempromosikan keberlanjutan dan kesehatan ingkungan yang lebih luas di sektor kesehatan, Global Green and Healthy Hospitals Network (www.greenhospital.net) memiliki 10 (sepuluh) kerangka tujuan yang saking berkaitan, antara lain :

1.      Leadership (Kepemimpinan)

Menunjukkan dukungan kepemimpinan bagi rumah sakit yang hijau dan sehat supaya dapat menciptakan perubahan budaya organisasi jangka panjang, memastikan keikutsertaan para pekerja rumah sakit dan komunitas, dan memelihara kebijakan publik yang mempromosikan kesehatan lingkungan. Dalam upaya memelihara rumah sakit yang hijau dan sehat, kepemimpinan sangat dibutuhkan di semua lini. Hal ini dapat diartikan sebagai menciptakan kesehatan lingkungan, keamanan, dan prioritas kunci organisasi yang berkelanjutan. Hal ini dapat diraih melalui pendidikan, pembuatan tujuan, akuntabilitas, dan menggabungkan prioritas-prioritas tersebut dalam keseluruhan hubungan dan komunikasi internal maupun eksternal. Kepemimpinan menyasar pada sebuah perubahan besar dalam budaya organisasi, baik di rumah sakit, sistem kesehatan atau di kementerian kesehatan.

2.      Chemicals (Bahan Kimia)

Meningkatkan kesehatan dan keamanan pasien, staf, komunitas, dan lingkungan dengan menggunakan bahan kimia, materi, produk, dan proses yang aman, melebihi persyaratan standar lingkungan.

3.      Waste (Limbah)

Mengurangi, menangani, dan membuang limbah layanan kesehatan secara aman. Melindungi kesehatan masyarakat dengan mengurangi volume dan kandungan racun dari limbah yang dihasilkan oleh sektor kesehatan, juga mengimplementasikan pilihan pengelolaan dan pembuangan limbah yang paling ramah lingkungan.

4.      Energy (Energi)

Menerapkan efisiensi energi dan generasi energi yang bersih dan terbarukan. Mengurangi energi dari bahan bakar fosil sebagai cara meningkatkan dan melindungi kesehatan masyarakat, menjaga efisiensi energi maupun menggunakan energi alternatif dan terbarukan dengan tujuan jangka panjang 100% kebutuhan energi dapat dipenuhi oleh sumber energi setempat atau sumber energi terbarukan di masyarakat tersebut.

5.      Water (Air)

Menerapkan serangkaian konservasi, daur ulang dan pengukuran perawatan untuk mengurangi penggunaan air di rumah sakit dan polusi air limbah. Menanamkan hubungan antara ketersediaan air siap minum dan ketahanan kesehatan untuk menghadapi gangguan fisik, alam, ekonomi dan sosial. Menggalakkan kesehatan lingkungan masyarakat dengan menyediakan air siap minum bagi mereka.

6.      Transportation (Transportasi)

Mengembangkan strategi transportasi dan pemberian pelayanan yang mengurangi jejak iklim (climate footprints) rumah sakit dan efeknya terhadap polusi local.

Meningkatkan strategi transportasi untuk pasien dan staff

7.      Food (Makanan)

Mengurangi jejak lingkungan rumah sakit saat mengembangkan pola makan sehat pada pasien dan staff. Mendukung akses makanan lokal dan berkelanjutan pada masyarakat.

8.      Pharmaceuticals (Obat-obatan)

Mengurangi polusi obat dengan mengurangi praktek pembuatan resep yang berlebihan, pembuangan sisa obat yang kurang tepat, mengkampanyekan manufacturer take-back (pengembalian barang), dan menghentikan penumpukan obat sebagai bagian dari bantuan bencana

9.      Building (Bangunan)

Mendukung desain dan konstruksi rumah sakit yang hijau dan sehat. Mengurangi jejak lingkungan layanan kesehatan, dan membuat rumah sakit menjadi tempat yang lebih sehat untuk berkerja dan dikunjungi, dengan menggabungkan prinsip-prinsip bangunan dan praktek hijau ke dalam rancang bangun dan konstruksi fasilitas kesehatan.

10.  Purchasing (Pembelanjaan)

Membeli produk dan materi yang aman dan berkelanjutan Mendapatkan pasokan rangkaian bahan yang diproduksi secara berkelanjutan dari vendor yang bertangung jawab secara sosial dan pada lingkungan.

 Sumber Pustaka

Hatmoko, Adi Utomo. 2010. Arsitektur Rumah Sakit. Yogyakarta. PT. Global Rancang Selaras.

Zuckerman, David. 2013. Hospitals Building Healthier Communities. Embracing The Anchor Mission.  The Domocracy Collaborative.

Health Care Without Harm.  Global Green and Healthy Hospital “A Comprehensive  Environmental Health Agenda for Hospital and Health Systems Around the Wolrd

www.greenhospital.net

www.noharm.org

Sharing is caring!