Green Hospital Concepts

04/03/2016 oleh : mmr

Rumah sakit adalah sebuah lembaga pelayanan kesehatan masyarakat yang sarat dengan berbagai permasalahan, memiliki kemiripan dengan kota kecil. Rumah sakit ini terdiri dari area tempat tinggal, kantor, workshop, laboratorium, area steril dan non steril dan banyak bagian lain. Rumah sakit sebagai produk jasa yang intangible (tidak dapat dilihat) memiliki kecenderungan untuk disimbolisasi oleh pelanggan, baik itu pengguna internal (karyawan rumah sakit baik itu medis maupun non medis) dan pengguna eksternal (pasien dan keluarganya, anggota masyarakat dan komunitas secara global).

Pelanggan saat ini semakin bijak dalam memilih rumah sakit. Citra dari rumah sakit terlihat dari cara pelayanan, harga yang kompetitif, fasilitas yang tersedia, maupun fisik bangunan yang indah, tidak menyeramkan, bersih dan mudah diakses baik itu dimulai dari area masuk, parkir, ruang tunggu, ruang tindakan, hingga ruang rawat inap menjadi bahan pertimbangan dari pelanggan untuk memilih rumah sakit tempat dia ingin dirawat. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan dan kepuasan pelanggan dalam fisik bangunan menjadi perhatian utama untuk menambah daya tarik pelanggan untuk memilih rumah sakit tersebut. Diharapkan, setiap ruangan yang ada di rumah sakit dapat dapat memberikan pengaruh positif bagi pasien serta mampu berfungsi sebagai stress healing.

Green hospital merupakan konsep baru dalam perancangan dan manajemen rumah sakit. Konsep green hospital ini mengorientasikan rumah sakit sebagai bangunan yang berwawasan lingkungan dan jawaban atas tuntutan kebutuhan pelayanan atas pelayanan paripurna serta berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit.

Green merupakan subjek baru dalam konsep perancangan serta manajemen. Munculnya konsep green ini merupakan respon dari memburuknya kondisi lingkungan akibat pemanasan global dan pemborosan energi. Ada banyak pendapat mengenai makna dari green itu sendiri. Ada yang berpendapat green memiliki makna harfiah yaitu hijau atau penghijauan, akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa green disini memiliki makna tersirat seperti hemat energy, sehat, ramah lingkungan, dan masih banyak opini-opini tentang green lainnya. Namun dapat kita simpulkan bahwa green merupakan sebuah pemikiran baru dalam enviromental response demi menciptakan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable). Dalam konteks rumah sakit dan respon terhadap lingkungan, kata green disini dapat kita maknai sebagai usaha untuk memaksimalkan kesehatan, baik itu kesehatan pengguna internal atau pengguna external.

Demi menciptakan penyembuhan pasien yang efisien, paduan antara arsitektur dan pelayanan rumah sakit perlu dipadankan. Arsitektur juga memiliki peranan penting dalam usaha penyembuhan pasien, pada rumah sakit pertimbangan design dan ruang yang nyaman mampu memberikan motivasi dalam proses penyembuhan pasien. Ukuran ruangan harus dibangun seefisien mungkin, tidak terkecuali untuk bangsal kelas tiga. Ruang yang terlalu sempit justru akan membuat pasien merasa terintimidasi. Ukuran ruang yang baik harus memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk bergerak. Penzoningan atau tata letak dalam ruang perawatan harus diatur dari awal seperti posisi pasien dan orientasinya, lokasi pengunjung, lokasi lemari, lokasi peralatan medis, tempat istirahat keluarga, sehingga ketika proses perawatan oleh pelayan medis tidak terganggu.

Manusia pada dasarnya ingin selalu dekat dengan alam, begitu juga pasien yang sedang dalam proses perawatan, sehingga segala sistem yang ada pada ruang perawatan harusnya tersedia secara alami (kecuali perawatan pada pasien khusus yang membutuhkan ruang isolasi atau ruang dengan standar khusus). Sistem pengudaraan pada ruangan tidak harus dipaksakan menggunakan air conditioner, dengan sistem cross ventilation sebenarnya sudah cukup. Dengan membuat bukaan berukuran 1/3 (atau disesuaikan dengan iklim daerah) dari luas lantai pada dua sisi dinding berlawan dan membuat bukaan pada bagian bawah dan atas dinding ruangan mampu memaksimalkan pergerakan udara (masuk dan keluar) pada ruangan. Jika ruangan berada ditengah kota yang cenderung padat, panas dan berpolusi, penghawaan bisa dimaksimalkan dengan penghijauan misalnya dengan menata tanaman peneduh di sekitar ruangan perawatan serta penanaman tanaman penawar polutan dari gas buangan kendaraan (misalnya tanaman kacang-kacangan), selain itu pembuatan kolam-kolam air disekitar gedung mampu mengurangi termal udara karena proses evaporasi.

Pencahayaan untuk ruang perawatan juga bisa kita hadirkan dari pencahayaan alami menggunakan sinar matahari. Dengan memberikan bukaan jendela transparan berukuran minimal 2/3 dari luas lantai cukup untuk pencahayaan alami ruang.  Selain itu untuk sumber energi bersih tanpa buangan karbon, rumah sakit dapat menggunakan tools sistem konversi tenaga alami menjadi listrik seperti solar cell, kincir angin, dan lain-lain.

Pengelolaan sampah juga perlu diperhatikan. Sebuah rumah sakit dengan konsep green hospital harus memulai melakukan pemilahan sampah lebih sensitif menjadi empat atau lebih kategori seperti sampah basah organik, sampah kering (kertas), sampah botol/kaca/plastik, sampah kaleng, dan lain-lain. Setelah pemilahan dilakukan, ada baiknya sampah yang sudah dihasilkan diolah oleh rumah sakit secara mandiri, misalnya sampah organik diolah menjadi pupuk organik, botol plastik dan wadah dapat digunakan untuk media tanam untuk kegiatan urban farming. Hasil dari kegiatan urban farming ini sendiri dapat memberikan benefit tersendiri bagi rumah sakit, baik itu dari segi ekonomi, ekologi, bahkan edukasi.

Selain itu, buangan limbah kimia berbahaya yang berupa cairan atau padat perlu disterilkan sehingga ketika dilepaskan keluar bangunan tidak membahayakan warga dan lingkungan. Sistem pembuangan air juga dapat dibenahi, air kotoran padat dan cair dapat dipisahkan kemudian disterilkan, setelah itu dapat digunakan kembali untuk keperluan seperti menyiram tanaman, membuat pupuk kompos, dan lain-lain. Rumah sakit juga harus  mempunyai program pengurangan zat-zat toksik dan zat-zat berbahaya lainnya, green cleaning dengan menggunakan produk-produk pembersih/disinfektan yang tidak berbahaya.

High performance design tentunya akan sangat berpengaruh dalam menerapkan green hospital. Pemilihan material dan pewarnaan menjadi sangat penting untuk menciptakan ruang yang convivial. Untuk mencapai bangunan yang memiliki performan tinggi, sebuah green hospital sebaiknya menggunakan material bangunan yang tahan lama dan mudah dibersihkan. Ada baiknya material yang digunakan adalah material yang diproduksi lokal, sehingga jika kita hitung emisi gas buangan yang dihasilkan dari proses produksi hingga transportasi pendistribusian material sangat rendah dibandingkan penggunaan material import. Banyak material lokal yang bisa kita terapkan pada bangunan rumah sakit seperti genteng dari tanah liat yang cenderung dapat menahan panas matahari, penggunaan bambu yang dipadankan dengan semen sehingga dapat menjadi struktur ringan pengganti aluminium truss, penggunaan material alam lainnya sebagai bagian dari dekorasi ruangan sehingga ruangan menjadi sangat asri dengan kesan natural.

Bukaan yang luas dan transparan dengan pemandangan taman yang asri di setiap ruang perawatan atau ruang kerja bagi karyawan akan memberikan energi positif dan sense yang baik. Kesan natural yang dihadirkan dengan pemandangan alam akan mendukung usaha penyembuhan pasien dan peningkatan etos kerja karyawan. Dengan menghadirkan ruang terbuka pendukung seperti lapangan dengan garden elements and furnitures (misalnya, kolam ikan, kebun, bangku taman yang unik, street statues, dan lain-lain) dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas seperti senam aerobik, yoga, membaca buku, atau sekedar ruang untuk memenuhi kebutuhan sosial. Rumah sakit juga dapat menghadirkan taman dengan berbagai macam tema seperti, taman untuk lansia, taman untuk anak-anak, taman untuk penyandang disabilitas, atau taman bunga dengan wewangian aroma terapi sebagai healing garden, dan lain-lain. Semakin banyak ruang hijau pada area rumah sakit maka kualitas udaranya akan semakin membaik, selain memberikan kontribusi udara yang bersih bagi rumah sakit, penghijauan tersebut juga menjadi ruang terbuka baru yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas pengguna internal dan external.

Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa green hospital concepts bertujuan untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dan memiliki usaha untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan, selain itu dengan menerapkan green hospital concepts proses penyembuhan pasien menjadi sangat ideal, kesehatan pengguna internal dan external tetap terjaga. Dengan green hospital concepts juga ruang-ruang yang sehat, alami, dan ramah terbentuk mendukung seluruh kegiatan yang ada pada rumah sakit tersebut.

 

dr. Maria Ulfa, MMR