Oleh: dr. Merita Arini, MMR

Dampak Potensial IDO

Dampak Potensial IDO

Ruang Operasi atau dikenal sebagai OK seringkali hanya dipandang sebagai “sumber pendapatan” bagi RS. Di sisi yang lain, Infeksi Daerah Operasi/ IDO terus dibiarkan terjadi dan menjadi gunung es yang seringkali tidak terdeteksi namun meningkatkan pengeluaran RS. IDO adalah aspek penting dari Hospital Acquired Infections (HAIs) yang harus mendapat perhatian dari seluruh komponen Rumah Sakit. Di negara dengan pelayanan kesehatan yang maju seperti Amerika Serikat saja, didapatkan data kejadian Infeksi Daerah Operasi IDO sebanyak 300.000 per-tahunnya atau 17-20 % dari seluruh kejadian HAIs. Di negara yang sama, prevalensi IDO menduduki peringkat kedua setelah UTI. Selain prevalensi yang tinggi tersebut, IDO merupakan burden dalam pelayanan kesehatan RS karena menimbulkan berbagai dampak baik bagi pasien itu sendiri maupun RS bahkan negara secara keseluruhan. Dampak-dampak IDO secara statistik di Amerika Serikat diketahui sebagai berikut.

  • peningkatan biaya pelayanan kesehatan 3.000-29.000 $ per-kasusnya (tergantung jenis tindakan dan pathogen)
  • peningkatan indirect cost akibat kehilangan pekerjaan, kehilangan gaji/ upah, biaya transportasi/ akomodasi keluarga, dsb.
  • memperpanjang LoS hingga 7-10 hari
  • berisiko menyebabkan longterm dissabilities
  • menyebabkan 3 % mortalitas
  • meningkatkan risiko kematian 2-11x lebih tinggi

IDO yang juga dikenal sebagai ILO (Infeksi Luka Operasi) atau Surgical Site Infections (SSIs) adalah infeksi yang terjadi setelah pembedahan di bagian tubuh di mana pembedahan dilakukan. Rumah Sakit perlu mengidentifikasi sumber-sumber infeksi dan penularan yang seringkali menjadi faktor risiko terjadinya IDO. Berdasarkan asalnya, pathogen penyebab IDO dapat berasal dari:

1) Endogen

  •     Flora normal pasien
  •     Kulit
  •     Membran mukosa
  •     GI tract
  •     Penyebaran dari fokus infeksi lain dari tubuh pasien

2) Eksogen

a. Surgical Personnel (dokter bedah dan tim)

  •     Kotoran pada pakaian
  •     Teknik aseptik tidak tepat
  •     hand hygiene tidak adekuat

b. Lingkungan fisik dan ventilasi OK

c. Alat, perlengkapan, & material yang masuk ke ruang OK

Pencegahan IDO

Pencegahan IDO

Di antara sekian banyak faktor risiko penyebab IDO, sebagian besar merupakan faktor risiko yang dapat diubah (Modifiable Risk Factors). Kondisi ini memungkinkan manajemen RS dan pemberi pelayanan melakukan intervensi yang sesuai. Hal-hal tersebut meliputi:

 Penggunaan antibiotik profilaksis yang tidak tepat, meliputi:

  • Inappropriate choice (procedure spesifik)
  • Improper timing (pre-insisi)
  • Dosis in-adekuat berdasarkan BMI, prosedur bedah >3 jam, meningkatnya blood loss

 Preparasi kulit/ area yang in-efektif

  • Mencukur rambut dengan razor (silet cukur manual) –> saat ini sudah tidak dianjurkan

 Prosedur Colorectal yang tidak efektif

  • Preparasi bowel/antibiotik yang in-adekuat
  • Regulasi temperatur intra-operatif yang tidak tepat
Pencegahan IDO

Pencegahan IDO

Sulitnya mencegah terjadinya IDO tidak terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi RS. RS perlu mengambil strategi guna mengatasi kendala-kendala tersebut secara serius dan sistematis. Beberapa kendala mengatasi IDO yang dapat diidentifikasi dari berbagai penelitian adalah sebagai berikut.

 Tantangan dalam mendeteksi IDO

  • Kurang terstandarnya metode surveilans post-discharge/ outpatient
  • Meningkatnya jumlah outpatient surgeries
  • Makin meningkatnya tren hari perawatan post-operatif yang pendek termasuk one day care
  • Ketidak-mampuan mendeteksi/ ketidaktauan staf mengenai tanda & gejala IDO/ ILO

 Kurangnya pengetahuan dan komitmen staf dalam melakukan tindakan-tindakan pencegahan seperti hand hygiene, penerapan surgical safety checklist yang benar dan tepat,  tindakan aseptis yang benar, dsb.

 Antibiotik Profilaksis

  • Perbedaan pendapat di kalangan ahli bedah & mikrobiologis tentang pentingnya penggunaan antibiotik
  • Peningkatan resistensi antibiotik

 

 

 

 

Referensi:

 

Anderson DJ, etal. Strategies to prevent surgical site infections in acute care hospitals. Infect Control Hosp Epidemiol 2008;29:S51-S61 for individual references.

Berríos-Torres, 2009, Surgical Site Infection (SSI) Toolkit, CDC.

Fry DE. Surgical Site Infections and the Surgical Care Improvement Project (SCIP): Evolution of National Quality Measures. Surg Infect 2008;9(6):579-84.

Sharing is caring!