Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH, Ph.D saat memberikan Kuliah Tamu

Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH, Ph.D saat memberikan Kuliah Tamu

Magister Manajemen Rumah Sakit (MMR) UMY mengadakan kuliah umum oleh Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH, Ph.D. (Guru Besar FKM UI, Prodi KARS) yang dilaksanakan Jumat (1/3/2014). Kuliah umum yang bertemakan “Leadership and Learning Organization”  sangat bermanfaat bagi manajer RS, sebab memiliki keterkaitan erat terhadap kepemimpinan di sebuah organisasi yang kompleks seperti rumah sakit.

Di awal kuliah, Profesor bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dalam kesehariannya akrab disapa Prof. Pur ini, menekankan bahwa, “Tidak ada yang salah dalam bertanya, berkomentar, dan ber-argumen, namun yang salah adalah tidak bertanya, tidak berkomentar, dan tidak ber-argumen”. Berkat pembukaan yang menggugah hati, maka banyak mahasiswa yang berani bertanya dan ber-argumen selama sesi kuliah. Proses kuliah pun berlangsung dengan interaktif selama dua jam dan diselingi dengan pemutaran video kepemimpinan.

Materi yang disampaikan selama proses kuliah dimulai dengan menggali konsep-konsep penting mengenai kepemimpinan antara lain yaitu:

  • “Siapakah pemimpin?”

Mmenyitir dari Hadits Nabi, Prof. Pur  mengingatkan bahwa, “Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya,”(HR Bukhari). Dari Abdullah bin Umar r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam (amir) pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya,” (HR. Bukhari).

  • “Jadi pemimpin perlu jabatan?

Mulai dari jabatan presiden, direktur, menejer, ketua BEM, hingga ketua kelas, menurut Prof. Pur,  “Pemimpin tidak perlu jabatan khusus, jabatan hanya salah satu arena pembelajaran sebagai pemimpin.”

  • Key word seoranng pemimpin adalah “Learn“ diambil dari:

“No one is born hating another person because of the colour of his skin, his background, or his religion. People must learn to hate, and if they can learn to hate, they can be taught to love, for love comes more naturally to the human heart than its opposite.” Demikian disampaikan Prof Pur yang mengutip pesan dari Nelson Mandela (1995).

  • “Mengapa sulit berubah?”

Dalam sebuah proses perubahan menjadi sebuah organisasi yang lebih baik, termasuk RS kadang terjadi resistensi (keengganan) dari berbagai pihak. Dijelaskan bahwa perubahan memang akan berdampak pada ketidakpastian, seperti ketidakpastian berhasil atau tidak, diterima atau ditolak masyarakat, dsb. Ketidakpastian adalah suatu ketidaktahuan terhadap apa yang mungkin akan terjadi sehingga akan menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan. Respon yang umum terjadi, biasanya staf akan mengurangi rasa ketidaknyaman tersebut dengan melakukan penolakan terhadap perubahan.

  • “Bagaimana mengubah orang yang dipimpin?”

    Diskusi Interaktif selama sesi Kuliah Tamu

    Diskusi Interaktif selama sesi Kuliah Tamu

Pertanyaan tersebut muncul sebagai kritik bagi pemimpin yang hakikatnya merupakan agent of change. Maka, merubah orang yang dipimpin adalah dengan cara merubah diri sendiri terlebih dahulu. Kerena, merubah diri sendiri merupakan satu-satu nya hal yang bisa kita kendalikan, sedangkan merubah orang lain dipengaruhi oleh banyak faktor di luar kendali kita. Hal tersebut efektif dilakukan, karena orang lain akan memilki role model untuk berubah.

  • Ketrampilan nurturing change pada organisasi pembelajaran dapat diperoleh melalui:

Personal mastery
“Penguasaan pribadi adalah kedisiplinan dalam memperjelas dan memperdalam visi pribadi, memfokuskan energi, mengembangkan kesabaran, dan melihat realitas secara obyektif.”  Peter Senge, The Fifth Discipline, p. 92.

Mental models

Model mental adalah asumsi yang mendasar, menggeneralisasi, atau bahkan potret yang mempengaruhi bagaimana kita memahami dunia dan bagaimana kita mengambil tindakan. ” Peter Senge, The Fifth Discipline, p.8

Systems thinking

“Sistem berpikir adalah  body of knowlege dan alat untuk berkembang, untuk memperjelas cara, dan untuk membantu kita bagaimana berubah secara efektif.” Peter Senge: The Fifth Discipline, p

Shared vision

Visi pribadi: “Apa yang saya inginkan?”,  Visi Bersama: “Apa yang kita inginkan?” Visi bersama muncul dari visi pribadi. Visi pribadi berasal dari kepedulian individu dan bersama.

Team learning

“Siapa betanggung jawab atas gagalnya sebuah program? Sebesar 15 % kesalahan berkaitan dengan orang, 85 % kesalahan berkaitan dengan system. Maka, pemimpin bertanggung jawab mengatur sistem!”

  • “Personal change : Thing big, start small, act now.” Kita dapat saja memiliki visi yang besar (thing big), namun seberapapun besarnya visi, bila hanya disimpan dalam pikiran dan tidak dilaksankan sekarang (act now) maka mimpi besar itu hanya angan-angan. Mulailah dari yang kecil (start small) yaitu dari diri kita sendiri, saat ini, dan hal-hal disekitar kita.
  • “Organizations and change : Poor organizations do not change, Good organizations react quickly to change, Great organizations create change.” Prof. Pur menjelaskan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama, sehingga tercapai tidaknya tujuan tersebut dilihat dari ada tidaknya perubahan. Bila dalam organisasi tersebut tidak ada perubahan maka organisasi tersebut gagal mencapai tujuan. Organisasi yang baik adalah organisasi yang secara cepat berubah dan bahkan menciptakan perubahan.

Di akhir materi Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH, Ph.D  mencoba menggugah semangat para mahasiswa dengan berpesan bahwa, “Exercise everyday, stop smoking, eat nutritious food, practice safer sex, take vitamins daily,  sleep early, the quick brown fox jumped over the lazy dog, now is the best time for all good men to come to the aid of their country, less is more, take long walks, choose a sport and maintain fitness by practicing your sport regularly, study and read daily, have a medical checkup every year, see your dentist at least twice a year, love everyone, stop hate.

Sharing is caring!