Learning Process

Pelaksanaan metode pembelajaran  di Prodi MMR UMY dilaksanakan dalam berbagai bentuk

  1. Kuliah Tatap Muka

Kuliah merupakan jenis pembelajaran contextual instruction yang dilaksanakan sebanyak 60% dari total  kegiatan pembelajaran yang ada. Pada sesi kuliah, dosen lebih banyak menyampaikan hal-hal yang bersifat konsep, pada setiap topik kuliah dosen menyediakan kasus sebagai trigger untuk meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa dan pemahaman konsep.

  1. Audioconference

Merupakan salah satu bentuk perkuliahan di kelas, tetapi dosen tidak hadir di kelas (hanya mahasiswa). Materi dosen diberikan langsung melalui suara dari jarak jauh. Disediakan 1 dosen sebagai moderator di kelas,  yang membantu untuk menampilkan slide  dan sebagai fasilitator antara pemberi kuliah dengan mahasiswa. Kuliah audioconference ini untuk memfasilitasi mahasiswa untuk mendapat kuliah dari dosen expert/ pakar yang berada di luar kota/ luar negeri, tetapi karena kesibukannya tidak dapat datang ke tempat kuliah.

  1. Teleconference

Fasilitas untuk melakukan komunikasi antara dua orang atau lebih secara serempak dalam pengertian waktu yang sama (real time). Fasilitas ini digunakan untuk melakukan diskusi secara tertulis mengenai topik tertentu yang telah dibuat oleh dosen, kemudian direspon oleh mahasiswa.

  1. Skills Lab

Skills Lab bertujuan untuk melatih keterampilan managerial mahasiswa dengan cara memberikan kesempatan setiap mahasiswa untuk berlatih dengan menggunakan check list yang sudah disediakan dan didampingi  instruktur (1 instruktur untuk 10-15 mahasiswa). Untuk menunjang kegiatan ini disediakan laboratorium komunikasi.

  1. Tutorial

Tutorial adalah diskusi kelompok kecil di mana setiap kelompok beranggotakan sekitar 10-15 mahasiswa dan dibantu oleh satu tutor yang bertugas sebagai fasilitator. Mahasiswa akan dihadapkan pada kasus-kasus manajemen baik kasus sederhana maupun komprehensif (melibatkan berbagai disiplin ilmu manajemen) sebagai triger untuk diskusi. Tutor akan membantu mahasiswa dalam diskusi untuk mencapai tujuan belajar tanpa harus banyak mengintervensi diskusi maupun memberikan penjelasan panjang lebar. Setiap mahasiswa diharapkan senantiasa berani mengemukanan pendapat atau analisanya. Kasus akan diberikan beberapa hari sebelum kegiatan untuk memberikan kesempatan mahasiswa belajar mandiri dan mempersiapkan sumber belajar yang relevan.

  1. Field Site Teaching/ FST (pembelajaran di lapangan)

Kegiatan ini berupa kunjungan ke tempat pelayanan kesehatan di unit/instalasi sesuai topik, sehingga mahasiswa mendapat kesempatan untuk melihat, merasakan, mendengarkan dan berdiskusi dengan  para pembimbing lapangan (yaitu praktisi di bidangnya) tentang hal-hal yang tidak dapat  didapatkan di kelas.

  1. Praktikum

Praktikum bertujuan selain untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan yang sudah didapat juga untuk menambah ketrampilan mahasiswa dan belajar mempraktikkan teori yang didapat secara langsung. Untuk menunjang kegiatan ini disediakan laboratorium komputer dan instruktur di setiap kelompok (10- 15 mahasiswa).

 

  1. Presentasi kasus

Mahasiswa mendapat kesempatan, baik individu atau kelompok, untuk mempresentasikan tugas yang diberikan dosen atau hasil FST.

 

  1. Tugas

Mahasiswa harus menyelesaikan tugas yang diberikan dosen, baik secara individu maupun kelompok. Pemberian tugas ini dimaksudkan untuk meningkatan pengetahuan dan wawasan mahasiswa secara mandiri maupun berkelompok terhadap suatu topik atau penyelesaian kasus. Mahasiswa diberikan waktu yang cukup untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya berdasarkan sumber ilmiah yang valid untuk mensintesis suatu pengetahuan.

  1. Refleksi kasus

Setiap mahasiswa melakukan observasi di rumah sakit sesuai topik yang sudah ditetapkan oleh dosen. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat FST (pembelajaran di lapangan)/ secara khusus mencari kasus manajerial. Observasi ini bertujuan untuk dapat merefleksikan hal-hal yang dirasakan atau dilihat atau didengar yang dianggap bermasalah, dalam bentuk tulisan singkat.

  1. Workshop/ Seminar

Beberapa topik kuliah akan disampaikan dalam bentuk workshop atau seminar terbatas untuk mahasiswa MMR UMY.

Seminar/ Workshop PMPK (Pusat Pengembangan Manajemen Pelayanan Kesehatan)

PMPK merupakan unit Prodi MMR UMY yang bertugas menyelenggarakan berbagai event ilmiah baik berskala nasional maupun internasional. PMPK memiliki tujuan mengembangkan dan membumikan ilmu-ilmu manajemen perumahsakitan. Kegiatan ini bertujuan sebagai pengayaan materi kepada mahasiswa untuk dapat mengikuti up date atas issue-issue manajemen perumahsakitan terkini. Kegiatan bersifat wajib dan dilakukan sebanyak empat kali (4x) dalam 4 semester. Kegiatan dapat berlangsung  selama 1-2 hari dengan biaya dari mahasiswa dan subsidi dari Prodi

 

  1. Benchmarking

Benchmarking sebagai suatu proses belajar yang berlangsung secara sistematis dan terus menerus di mana setiap bagian dari suatu rumah sakit dibandingkan dengan rumah sakit yang terbaik atau pesaing yang paling unggul.

 

 

  1. Tugas Project

Pada kegiatan ini mahasiswa menyusun suatu proyek atau karya baik secara individual maupun berkelompok. Output yang dihasilkan antara lain rencana strategis, bussines plan, dan sebagainya.

 

  1. ELS (e-learning system)

Prodi MMR UMY mengembangkan proses belajar mengajar yang bersifat virtual dan dapat dilakukan di manapun. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengakses materi perkuliahan dan sumber belajar lainnya, serta berdiskusi dengan dosen secara mudah kapanpun dan di manapun. Dalam forum ELS mahasiswa memiliki tugas mengerjakan soal/ membahas dan menjawab kasus yang diterbitkan dalam Forum Diskusi ELS yang di-up load secara rutin untuk tiap-tiap mata kuliah.