541462_572913189410174_1632105524_nDengan diterapkannya sistem jaminan kesehatan nasional (JKN) mulai tahun 2014 maka telah terjadi perubahan besar dalam sistem dan pembiayaan kesehatan di Indonesia. Perubahan tersebut di antaranya adalah organisasi pelayanan kesehatan secara nasional berubah menjadi lebih terstruktur, terutama dengan terbangunnya sistem jaringan rujukan yaitu dari pelayanan primer atau klinik, ke pelayanan sekunder atau rumah sakit tipe C dan D dan ke pelayanan tertier seperti rumah sakit tipe B dan A. Selain itu kompetisi antar rumah sakit dan klinik akan semakin meningkat hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah rumah sakit secara signifikan. Perubahan yang juga terjadi adalah bahwa dengan diterapkannya sistem JKN, klinik dan rumah sakit harus melakukan kerja sama dengan BPJS, dan harus dapat memenuhi persyaratan agar dapat bekerjasama dengan BPJS agar tidak berisiko “gulung tikar”. Hal ini menjadi dasar bagi Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pusat untuk menyelenggarakan Seminar dan Workshop BPJS Klinik dan Rumah Sakit Muhammadiyah/ ‘Aisyiyah dan tertuang dalam sambutan pembukaan acara.

Seminar yang diadakan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada 25-26 Oktober 2014 ini adalah salah satu bentuk pertemuan rutin yang dilakukan oleh MPKU Pusat dengan seluruh rumah sakit dan klinik amal usaha kesehatan Muhammadiyah (AUMKES) yang diadakan setiap 6 bulan. Dalam seminar ini diisi dengan presentasi dari berbagai sumber, salah satunya drg. Fajriadinur, MM selaku Direktur Pelayanan BPJS pusat, presentasi dari APKKM, MPKU,  dan lembaga lain terkait AUMKES, juga presentasi dari berbagai rumah sakit Muhammadiyah untuk berbagi pengalaman tentang kerja sama rumah sakitnya dengan BPJS. Beberapa artikel terkait presentasi materi dalam acara ini telah dan akan diup-load dalam website ini.

Di akhir acara seminar dan workshop, dr. Erwin Santosa, Sp.A, M.Kes selaku ketua MPKU pusat menyimpulkan bahwa sebagian besar rumah sakit amal usaha Muhammadiyah telah bekerja sama dengan BPJS namun terdapat beberapa rumah sakit yang memiliki beberapa kendala dalam penerapan JKN dan kerja samanya dengan BPJS. Dengan alasan tersebut maka MPKU menyarankan agar AUMKES saling bekerja sama dan memberi masukan terutama antar klinik/ rumah sakit yang memiliki tipe yang sama agar dapat berkembang bersama-sama. Berdasarkan hal tersebut, MPKU menetapkan 18 rumah sakit yang telah bersedia menjadi rumah sakit model BPJS yang berperan sebagai rujukan atau tempat studi banding bagi rumah sakit amal usaha milik muhammadiyah lainnya. (WP)

Sharing is caring!