Patient and Family Centered Care

Model Tradisional Pelayanan Kesehatan

Model Tradisional Pelayanan Kesehatan

Patient and Family Centered Care setelah sekian lama dilupakan, kini menjadi concern serius  dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Dahulu, dokter adalah captain of the ship yang menjadi center dalam segala hal yang terkait dengan pengambilan keputusan dan tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan kepada pasien. Perubahan paradigma ini tidak lain bertujuan untuk mendapatkan outcomes pelayanan kesehatan yang lebih baik, pegalokasian semberdaya yang tepat, dan mencapai kepuasaan pasien dan keluarga yang lebih besar. Hal ini dimungkinakan karena Patient and Family Centered Care adalah pendekatan yang melibatkan pasien, keluarga pasien dan staf  dalam pembuatan kebijakan, program kesehatan, fasilitas yang didapatkan, dan program perawatan dari hari ke hari. (1)

Hal penting dari Patient and Family CenteredCare  adalah sebagai berikut. (2)

Dignity dan Respect:

Dalam aspek ini, tenaga kesehatan mendengarkan dan menghormati pilihan pasein. Pengetahuan, nilai-nilai yang dianut, dan background budaya pasien ikut berperan penting selama perawatan pasien dan menentukan outcome pelayanan kesehatan kepada pasien.

Information Sharing:

Dalam hal ini, mengkomunikasikan dan menginformasikan secara lengkap mengenai kondisi pasien dan hal- hal yang berkaitan dengan pasien, maupun program perawatan dan intervensi yang akan diberikan kepada pasien. Memberikan Informasi secara lengkap dapat membantu dalam perawatan pasien dan pembutan keputusan.

Participant :

Pasien dan keluarga dilibatkan dan di-support untuk ikut serta dalam perawatan dan pembuatan keputusan.

Collaborative:

Tenaga kesehatan mengajak pasien dan keluarga pasien dalam membuat kebijaksanaan, perencanaan dan pengembangan program, implementasi dan evaluasi program yang akan didapatkan oleh pasien.

 

Trend Penurunan Kejadian Malpraktik setelah Implementasi Patient & Family Centered Care

Trend Penurunan Kejadian Malpraktik setelah Implementasi Patient & Family Centered Care

Malpraktik

Malpraktik pada hakikatnya adalah kesalahan dalam menjalankan dalam menjalankan profesi yang timbul sebagai akibat adanya kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan. Berbagai upaya akan dilakukan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan tenaga kesehatan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya malpraktek. Upaya-upaya yang dilakukan antara lain membuat berbagai macam prosedur baku dan upaya-upaya lainnya, salah satunya adalah merepakan Patient and Family Centered Care. Penelitian yang dilakukan oleh Johnson, B et. all sejak tahun 2001-2006 dalam penerapan Patient and Family Centered Care dapat menurunkan angka malpraktik sebesar 62% yang dijelaskan dalam digram di samping (2)

 

 

Model Patient Centered Care

Model Patient Centered Care

Konsep PenerapanPatient and Family Centered Care

Dalam penerapan Patient and Family Centered Care, perawatan di rumah sakit harus melibatkan semua aspek yang terkait rumah sakit. Dimulai dari pimpinan, dokter, perawat, sampai tenaga non-medis. Strategi-strategi yang dapat dilakukan dalam implementasi Patient and Family Centered Care yaitu (3):

Organization Level:

  • Pelatihan Leadership
  • Pemberian reward dan insentif
  • Pelatihan untuk quality improvement

 

Sistem Level :

  • Pendidikan publik dan keterlibatan pasien
  • Sistem pelapporan dan pengukuran penilaian patient-centered
  • Pelengkaapan persyaratan akreditasi dan sertifikat2 lainnya

 

 

Daftar Pustaka

  1. Frampton S, et all, 2008, Patient Centered Care Improvement Guide. Inc. and Picker Institute
  2. Bev Johnson, et all, 2008, Partnering with Patients and Families to design a Patient- and Family-Centered health Care system, Institute for Patient- and Family-Centered Care 20814 www.ipfcc.org
  3. Dale Shaller, 2007, Patient-Centered Care: What Does It Take?, The Commonwealth Fund.