Patient Safety di FKTP

06/12/2017 oleh : mmr

dr. Merita Arini, MMR

Tahukah anda bahwa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berisiko terhadap terjadinya insiden keselamatan pasien?

Hingga kini, para decision maker, akademisi, dan praktisi kesehatan masih belum sepenuhnya aware dengan risiko keselamatan yang terjadi di FKTP. FKTP seperti puskesmas, dokter praktik, bidan praktik, perawat praktik, klinik pratama, dan lain sebagainya masih dianggap sebagai fasilitas kesehatan kecil dan sederhana yang minim risiko (Sheikh, Panesar, Larizgoitia, Bates, & Donaldson, 2013) .
Disadari atau tidak FKTP merupakan lini pertama pemberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena sifatnya sebagai lini pertama, maka demand terbanyak terhadap pelayanan kesehatan justru terjadi di sini (Marchon dan Junior, 2014).. Jumlah kunjungan pasien jauh lebih besar di FKTP dibandingkan faskes sekunder seperti rumah sakit maupun klinik utama. Di sisi lain, FKTP seringkali harus memberikan pelayanan kesehatan di setting yang tidak ideal, seperti di rumah, di jalan raya, di kendaraan, dan lain sebagainya (Makeham et al., 2015). Belum lagi masalah keterbatasan sumber daya baik manusia, logistik, maupun teknologi (Australian Commission on Safety and Quality in Healthcare, 2011). Dalam hubungannya dengan rumah sakit, rujukan dan rujuk balik serta pengelolaan pasien seringkali terfragmentasi dan miskomunikasi (Smith et al., 2017). FKTP juga memiliki hubungan yang unik dengan pemangku kepentingan baik pemerintah maupun pemilik yayasan, mengingat FKTP mengemban misi kesehatan komunitas yang kiprahnya melibatkan banyak pihak. Kesemua hal ini menjadi hal-hal yang mewarnai safety culture pada FKTP (Singh, Schiff, Graber, Onakpoya, & Thompson, 2017)..
Risiko ini nampak nyata dalam berbagai penelitian terutama di negara maju. Walaupun para peneliti menyadari bahwa umumnya insiden yang dilaporkan masih under-reported atau data yang ada masih seperti fenomena gunung es, namun laporan-laporan tersebut menggugah kesadaran kita mengenai pentingnya keselamatan pasien di FKTP. Studi di Inggris dengan menggakan General Practice Research Database mendapatkan angka sebanyak 6 kejadian terjadi dari 1.000 pasien per-tahun (95% confidence interval [CI] = 5.74 – 6.27) (Tsang, Bottle, Majeed, & Aylin, 2013). Pada suatu review oleh Makeham et al. (2008) yang dilaporkan WHO, adverse events rate terjadi antara 4 – 240.000 per-1.000.000 konsultasi di faskes primer. Pada laporan tersebut juga didapatkan bahwa medication errors menduduki rangking tertinggi insiden keselamatan pasien disusul dengan diagnostic errors.Di negara terdekat kita, Malaysia sebagaimana dilaporkan oleh Khoo et al., (2012) didapatkan angka overall management errors dalam pelayanan pasien di FKTP sebesar 53,2% (95 % CI=46,3-60,2) di mana errors terbanyak adalah medication errors (41,1 %( disusul dengan investigation errors (21,7 %). Berbeda dengan penelitian-penelitian di negara maju yang umumnya menggunakan sistem informasi pelaporan kejadian keselamatan pasien, penelitian di Malaysia menginvestigasi medical record. Berdasarkan investigasi tersebut juga didapatkan bahwa 98% rekam medis yang diteliti terdapat masalah dokumentasi seperti data yang tidak adekuat dalam patient history, pemeriksaan fisik, dan diagnosis (Khoo et al., 2012). Masalah dokumentasi juga menjadi errors tersendiri dan menjadi contributing factor insiden keselamatan berikutnya.
Bagaimana dengan Indonesia? Belum terdapat data resmi yang dapat diakses mengenai burden insiden keselamatan pasien yang ada. Sebagaimana diketahui bahwa dampak adanya insiden keselamatan pasien tidak hanya menimpa pasien dan keluarga, namun juga institusi bahkan negara. Dampak juga tidak bisa dipandang kecil jika bersifat akumulasi dan terus menerus terulang. Oleh karena itu, meskipun berbagai penelitian menyebutkan bahwa insiden keselamatan pasien bersifat preventable, makan institusi harus menyadari dan menerapkan keselamatan pasien menjadi sebuah budaya yang berjalan by default. Institusi perlu belajar dari kesalahan, oleh karena itu insiden keselamatan pasien adalah hal yang sangat penting untuk dilaporkan, dianalisis, serta diberi feedback demi kontinuitas dan kualitas pelaporan bahkan di luar masa-masa visitasi akreditasi.

Referensi:
Australian Commission on Safety and Quality in Healthcare. (2011). Patient safety in primary health care – Consultation Report. Retrieved from https://www.safetyandquality.gov.au/wp-content/uploads/2012/03/Primary-Health-Care-Consultation-Report-July-2011.pdf
Khoo, E. M., Lee, W. K., Sararaks, S., Abdul Samad, A., Liew, S. M., Cheong, A. T., … Hamid, M. A. (2012). Medical errors in primary care clinics–a cross sectional study. BMC Family Practice, 13(1), 127. https://doi.org/10.1186/1471-2296-13-127
Makeham, M; Dovey, S; Runciman, W; Larizgoitia, I. (2008). Methods and Measures used in Primary Care Patient Safety Research. Retrieved from www.who.int/patientsafety/research/methods_measures/makeham_dovey_full.pdf
Makeham, M; Pont, L; Prgomet, M; Carson-Stevens, A; Lake, Rebecca; Purdy, H; Westbrook, J. (2015). Patient safety in primary healthcare: an Evidence Check review.
Marchon, SG; Junior, W. (2014). Patient safety in primary health care_ a systematic review. Cad. Saúde Pública, 30(no.9). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1590/0102-311X00114113
Sheikh, A., Panesar, S. S., Larizgoitia, I., Bates, D. W., & Donaldson, L. J. (2013). Safer primary care for all: A global imperative. The Lancet Global Health, 1(4), e182–e183. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(13)70030-5
Singh, H., Schiff, G. D., Graber, M. L., Onakpoya, I., & Thompson, M. J. (2017). The global burden of diagnostic errors in primary care. BMJ Quality & Safety, 26(6), 484–494. https://doi.org/10.1136/bmjqs-2016-005401
Smith, K. M., Baker, K., Wesley, D., Zipperer, L., Clark, M. D., Hanneke, R., … Goeschel, C. A. (2017). Guide to Improving Patient Safety in Primary Care Settings by Engaging Patients and Families. Retrieved from http://www.ahrq.gov/professionals/quality-patient-safety/patient-family-engagement/pfeprimarycare/index.html
Tsang, C., Bottle, A., Majeed, A., & Aylin, P. (2013). Adverse events recorded in English primary care : observational study using the General Practice Research Database. British Journal of General Practice, (February), 534–542. https://doi.org/10.3399/bjgp13X670660