Patient Safety, isu penting rumah sakit.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, keselamatan pasien (patient safety) telah menjadi menjadi isu penting dalam aspek mutu pelayanan RS.  Beragam teknologi baru untuk diagnosis pasien memerlukan pengetahuan dan skill memadai yang memungkinkan adanya ketidaktepatan dalam penggunaannya. Begitu pula dalam hal makin beragamnya obat yang memungkinkan makin banyak obat yang mempunyai bentuk kemasan mirip ataupun nama obat yang hampir sama (LASA = look-alike, sound-alike). Hal ini menjadi perhatian besar, terbukti dengan diterbitkannya secara resmi “Nine Life-Saving Patient Safety Solutions” oleh WHO (2007) dengan topik pertamanya adalah pentingnya memperhatikan nama obat, rupa dan ucapan yang mirip (Look-alike, sound alike, Medication-names) (1).

Di Indonesia sendiri, tidak ada angka KTD yang pasti. Sistem pelaporan KTD yang belum sepenuhnya dilaporkan oleh seluruh Rumah Sakit dengan baik dan benar merupakan kontributor utama belum tersedianya data KTD yang valid. Pelaporan KTD sangat bermanfaat bagi rumah sakit, karena dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak termasuk pembuat kebijakan dan pelaku pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, amat penting ditumbuhkan non-blamming culture (budaya tidak saling menyalahkan) di RS.

Terdapat 2 tools yang dapat digunakan dalam menyikapi KTD. Alat bantu manajemen tersebut meliputi Health Failure Mode and Effects Analysis (HFMEA) dan Root Cause Analysis (RCA). Berikut pembahasan mengenai kedua tools tersebut.

 

sumber gambar: youdontlooksick.com

sumber gambar: youdontlooksick.com

Patient Safety dan HFMEA

Di Amerika Serikat, lembaga akreditasi rumah sakit yaitu Joint Comitee International telah mewajibkan rumah sakit untuk membuat Health Failure Mode and Effects Analysis (HFMEA) minimal satu dalam satu tahun. Kebijakan ini diambil mengingat tingginya angka KTD di negara maju tersebut. HFMEA secara proaktif mengevaluasi proses perawatan kesehatan. Tim multidisiplin tersebut menggunakan proses alur diagram, Hazard Scoring Matrix, dan  HFMEA Decision Tree untuk mengidentifikasi dan menilai potensi kerentanan (2). Dengan menggunakan HFMEA dapat diketahui daftar masalah yang mungkin menjadi penyebab cedera atau sakit sehingga dapat dikendalikan. Didasarkan pada tujuan dari HFMEA untuk mengetahui kemungkinan penyebab adverse event, maka HFMEA dilakukan sebelum suatu KTD terjadi agar pencegahan dapat dilakukan oleh rumah sakit. Rumah sakit di Indonesia harus sudah mulai melakukan HFMEA ini, karena dengan mencegah KTD maka peningkatan mutu pelayanan dapat dicapai di samping pengendalian biaya yang berarti juga berarti efisiensi.

 

Patient Safety dan RCA

Bila HFMEA dilakukan dalam mencegah KTD sebelum kejadian tersebut terjadi, Root Cause Analysis dilakukan sebagai evaluasi mendalam setelah KTD terjadi. Root Cause Analysis (RCA) merupakan pendekatan terstruktur untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh  pada satu atau lebih kejadian-kejadian yang lalu agar dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja. Pelaksananaan RCA dilaksanakan setelah KTD di suatu rumah sakit terjadi yang didasarkan pada laporan KTD. Seperti tertera dalam buku pedoman Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit, maka setiap kejadian KTD harus dibuat laporannya.

Terdapat lima metode yang dapat dilakukan  untuk mengidentifikasi akar penyebab suatu KTD dari yaitu : 1) Is/ Is not comparative analysis, 2) 5 Why methods, 3) Fishbone diagram, 4) Cause and effect matrix, dan 5) Root Cause Tree (3). Diharapkan dengan mengetahui akar penyebab dari suatu KTD, maka kejadian KTD yang sama tidak akan terjadi kembali. (WP)

 

Referensi :

(1)     Departemen Kesehatan RI, 2006, Panduan nasional keselamatan pasien rumah sakit, Bakti Husada, Jakarta.

(2)     Derosier et al, 2002, ‘Using healthcare failure mode and effect analysis: the VA National Center for patient safety’s prospective risk analysis system,’ The Joint Commission Journal on Quality Improvement,  Volume 2,7 Number 5:248-267, 2002.

(3)      Jing GG, 2008, ‘Digging for the root cause,’ ASQ Six Sigma Forum Magazine

Sharing is caring!