Pemimpin vs Manajer

02/10/2018 oleh : mmr

Penulis: Dr. Qurratul Aini.,SKG, M.Kes

Pemimpin yang sering disebut leader adalah seseorang yang terlibat bersama para pengikutnya dalam upaya untuk mencapai tujuan-tujuan, baik dirinya sendiri maupun tujuan-tujuan bagi para pengikutnya. Tugas seseorang leader adalah mengarahkan para anak buahnya kepada pencapaian tujuan-tujuan bersama dan menjadi pemimpin tidak bisa terjadi seketika, tetapi membutuhkan perjalanan yang tidak singkat. Burns (2004) memberikan pandangan secara umum tentang kepemimpinan dan dikatakan bahwa proses menjadi pemimpin identik dengan proses menjadi manusia seutuhnya.

Perbedaan terbesar antara manajer dan pemimpin adalah cara mereka memotivasi orang-orang yang bekerja atau mengikuti mereka, dan ini menetapkan nada untuk aspek-aspek lain sebagian besar dari apa yang mereka lakukan. Kebanyakan pada keadaannya memiliki keduanya dalam memenej pekerjaan, terutama pada keadaan yang sulit bertindak sebagai pemimpin.

Tabel di bawah ini menunjukkan perbedaan antara menjadi pemimpin dan menjadi manajer. Hal ini, tentu saja, karaktersitik ilustratif, dan ada seluruh spektrum antara baik ujung skala ini sepanjang yang bisa berkisar peran masing-masing. Dan banyak orang memimpin dan mengelola pada saat yang sama, sehingga dapat menampilkan kombinasi dari perilaku.

 Perbedaan Pemimpin dan Manajer Berdasarkan Warren Bennis
  Pemimpin Manajer
1. Menginovasi Mengelola
2. Orisinil Tiruan
3. Mengembangkan Mempertahankan
4. Berfokus pada orang Berfokus pada sistem dan struktur
5. Membangkitkan kepercayaa Bergantung pada pengawasan
6. Melihat perspektif jangka panjang Melihat jangka pendek
7. Bertanya apa dan mengapa Bertanya kapan dan bagaimana
8. Menatap masa depan Melihat hasil pokok
9. Melhirkan sesuatu Meniru yang sudah ada
10. Menentang Menerima status quo
11. Dirinya sendiri Prajurit yang baik
12. Melakukan hal-hal yang benar Melakukan hal-hal yang benar

Dengan paparan pada Tabel di atas jelas ada perbedaan pemahaman manajer dan kepemimpinan. Para pemimpin memiliki pembawaan sejak lahir yang memungkinkan mereka memimpin orang lain. Teori perilaku menyatakan bahwa isu utama dalam kepemimpinan adalah menjadikan pemimpin efektif atau gaya kepemimpinan terbaik. Keefektifan pemimpin menggunakan gaya khusus untuk memimpin perorangan dan kelompok dalam mencapai tujuan tertentu akan menghasilkan moral dan produktivitas yang tinggi. Sedangkan teori lontijensi mmenyatakan bahwa keefektifan personalitas, gaya, atau perilaku pemimpin tergantung pada sejauhmana pemimpin mampu menyesuiakan dengan situasi yang dihadapi. (George R. Terry: 2006)

Reference

George R. Terry. 2006. Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

Burns, J., 2004. Transforming Leadership. Jakarta: Grove Press.