Setelah 12 tahun ditetapkannya Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pengembangan dan perbaikan terus dilakukan dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berbasis pada pemenuhan dan perlindungan hak anak dalam segala sektor. Anak adalah calon pemimpin masa depan, di tangan mereka bangsa dan negara ini kelak akan dimajukan atau terpuruk. Oleh karena itu, jika bukan kita maka siapakah lagi yang akan peduli dengan hak-hak anak dan perlindungan mereka.

Salah satu aspek perlindungan dan pemenuhan hak anak yang sangat mendasar adalah dalam bidang kesehatan. Pelayanan kesehatan ramah anak diperlukan di seluruh fasilitas kesehatan baik rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lain sebagainya sebagai salah satu upaya pemenuhan indikator Kota Layak Anak (KLA) dalam klaster “Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan.” Dalam klaster ini salah satu indikatornya berisi “Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas.”

Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP) adalah upaya atau pelayanan di Puskesmas yang dilakukan berdasarkan pemenuhan, perlindungan dan penghargaan atas hak-hak anak sesuai 4 (empat) prinsip perlindungan anak, yaitu: non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak untuk hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan, serta penghargaan terhadap pendapat anak (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak [KPPPA], 2016). Dalam implementasinya, Puskesmas dapat dibagi menjadi tahap Inisiasi PRA dan memiliki PRA. Dalam tahap inisiasi puskesmas harus memenuhi 8 indikator. Adapun Puskesmas yang memiliki PRA harus menerapkan 15 indikator.

Dari 9.705 Puskesmas di seluruh Indonesia belum semuanya menyelenggarakan pelayanan ramah anak. Hal ini belum menjadi prioritas utama Departemen Kesehatan dan jajarannya. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga Oktober 2015, terdapat 23 kabupaten/ kota yang telah menginisiasi PRAP. Pembangunan berbasis pemenuhan dan perlindungan hak anak merupakan upaya strategis mengingat populasi anak merupakan sepertiga komposisi penduduk Indonesia saat ini (KPPA, 2016).

PRAP merupakan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan anak yang fokus diselenggarakan di unit pelayanan kesehatan. Dengan adanya inisiasi dari KPPA diharapkan disambut perhatian dan kolaborasi sektor lain untuk mewujudkan KLA di seluruh Indonesia. (Bersambung).

 

Referensi:

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2016, Petunjuk Teknis Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas.