Sumber gambar : RS PKU Muhammadiyah Bantul

Sumber gambar : RS PKU Muhammadiyah Bantul

Dana Sehat Muhammadiyah (DSM) adalah dana yang ditujukan untuk pemeliharaan status kesehatan anggota yang dikelola oleh Muhammadiyah. Sebagai kelanjutan kesuksesan penerapan DSM di wilayah Kota Yogyakarta, RS PKU Muhammadiyah Bantul akan menerapkan DSM di wilayah Kabupaten Bantul bagi seluruh siswa/ siswi dan para pengelola amal usaha Muhammadiyah di seluruh Kabupaten Bantul. Hal ini disampaikan oleh Budi Santosa, M.Psi. selaku Wakil Direktur SDM, Bina Dakwah, dan Citra RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Sebagai dasar penerapan DSM di kabupaten Bantul, Budi Santosa menyampaikan bahwa di Kabupaten Bantul, terdapat ribuan pelajar dan santri yang menimba ilmu di amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan yang juga ditopang oleh banyak pegawai dan pengelola amal usaha Muhammadiyah. Hal demikian, menjadi tanggung jawab lintas majelis dalam Persyarikatan Muhammadiyah, di mana amal usaha Muhammdiyah bidang kesehatan di Kabupaten Bantul menjadi tiang penting untuk meningkatkan taraf kesehatan siswa/siswi tersebut.

Koordinasi RS PKU Muh. Bantul & Dikdasmen PDM Bantul Realisasi Dana Sehat Muhammadiyah (DSM) untuk pelajar Muhammadiyah se-Kabupaten Bantul

Koordinasi RS PKU Muh. Bantul & Dikdasmen PDM Bantul Realisasi Dana Sehat Muhammadiyah (DSM) untuk pelajar Muhammadiyah se-Kabupaten Bantul

Dalam penerapan DSM di Kabupaten Bantul, nantinya akan dibangun kantor DSM di RSP KU Muhammadiyah Bantul guna mengurus segala klaim yang berkaitan dengan penggunaan DSM di RS tersebut. Para siswa/siswi dan pengelola amal usaha Muhammadiyah akan dikenakan premi sebesar Rp. 42.500/ tahun. Dengan telah membayar premi tersebut, maka para pembayar premi akan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan jenjang pertama di pemberi pelayanan kesehatan (PPK) 1 dan bila perlu mendapat rujukan, akan dirujuk ke pemberi pelayanan kesehatan (PPK) 2.

Tempat pemberi pelayanan kesehatan yang telah bekerja sama sebagai PPK 1 adalah beberapa rumah sakit jejaring amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Bantul dan beberapa klnik, yaitu Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Srandakan, Klinik PKU Muhammadiyah Parangtritis, Klinik Pratama  PKU Muhammadiyah Bambanglipuro, Klinik Fauzan, Klinik Annisa, Klinik Kholimah, dan Klinik Kurnia. Jika pada PPK 1 tidak dapat menangani permasalahan kesehatan pembayar premi maka akan dapat dirujuk ke PPK 2, yaitu RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Dengan diterapkannya DSM di Kabupaten Bantul, Budi Santosa mengharapkan taraf kesehatan para pelajar/ santri dan pegawai serta pengelola amal usaha Muhammadiyah di kabupaten Bantul dapat meningkat, dan juga dengan penerapan DSM di Kabupaten Bantul dapat saling membantu dengan sistem JKN yang dikelola oleh BPJS yang telah diterapkan oleh pemerintah. (WP)