Daerah Istimewa Yogyakarta diketahui sebagai salah satu daerah rawan bencana. Seperti pada tahun 2006, DIY pernah mengalami bencana alam gempa bumi yang mengakibatkan ribuan korban jiwa. Selain itu, DIY juga memiliki risiko bencana letusan gunung merapi. Berdasarkan hal tersebut, maka sudah seharusnya bahwa rumah sakit di DIY menjadi rumah sakit siaga bencana yang memahami manajemen bencana atau yang disebut Hospital Disaster Plan. Berdasarkan hal tersebut RSUD Prambanan, sebagai salah satu rumah sakit di DIY berinisiatif mengadakan pelatihan Hospital Disaster Plan, yang dilaksanakan pada 16 dan 17 September 2014 di aula RSUD Prambanan.

IMG-20140920-WA0000

Pelatihan Hospital Disaster Plan di RSUD Prambanan dilakukan dengan tujuan agar rumah sakit menjadi lebih siap dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini didampingi oleh tim Divisi Manajemen Bencana PKMK (Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan) FK UGM bersama Pokja Bencana RS. Pelatihan ini dihadiri oleh 30 perserta yang berasal dari pegawai RSUD Prambanan yang terdiri dari jajaran pimpinan, operasional, logistik, perencanaan dan keuangan. Setelah mendapatkan pelatihan maka RSUD Prambanan akan menyusun dokumen rencana penanggulangan bencana untuk rumah sakitnya.

Kepala instalasi gawat darurat RSUD Prambanan, dr. Dedi Aprianto mengatakan, “RSUD Prambanan sedang melakukan pengembangan dalam aspek mutu dan juga pelayanan rumah sakit, salah satunya dengan meningkatkan kualitas rumah sakit dan SDM dalam menghadapi bencana. Sehingga selanjutnya dengan dilakukan pelatihan Hospital Disaster Plan, RSUD Prambanan telah siap dalam menangani korban bencana alam.” Beliau juga menambahkan bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas mutu rumah sakit, jadwal selanjutnya RSUD Prambanan akan mengadakan pelatihan clinical pathway dengan mengundang beberapa pakar. (WP)