Persiapan Akreditasi

Persiapan Akreditasi

UU No.44 Tahun  2009 tentang Rumah Sakit pasal 40 mewajibkan setiap rumah sakit melakukan akreditasi secara berkala oleh lembaga independen berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. Akreditasi harus ditempuh setiap RS guna meningkatkan mutu pelayanan. Sehubungan dengan hal tersebut, RS PKU Muhammadiyah Bantul yang akan mengikuti akreditasi versi KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) 2012 yang dijadwalkan pada tahun ini. Hal ini disampaikan oleh oleh Budi Santosa, M.Psi. selaku Wakil Direktur SDM, Bina Dakwah, dan Citra RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Menurut Budi Santosa, RS PKU Muhammadiyah Bantul yang masa akreditasinya akan berakhir pada tahun 2014 ini, telah melakukan berbagai persiapan dalam mengahadapi akreditasi versi 2012. Hingga kini, persiapan yang telah dilakukan mencapai lebih dari 50%. Di antaranya dengan terbentuknya beberapa kelompok kerja yang berfokus pada persiapan assessment yang terdapat dalam 15 bab yang terdapat dalam akreditasi versi 2012. Selain itu RS yang juga merupakan amal usaha Muhammadiyah bidang kesehatan ini telah melakukan assessment internal (self assessment) yang ditujukan kepada seluruh pegawai rumah sakit. Akreditasi RS versi KARS 2012 menuntut seluruh pegawai rumah sakit mengerti seluruh aspek yang terkait akreditasi RS  sesuai dengan jenis pekerjaannya. Hasil self assessment yang telah dilakukan digunakan untuk dapat menentukan langkah selanjutnya dalam menghadapi akreditasi.

Persiapan lain yang telah dilakukan RS PKU Muhammadiyah Bantul adalah mengirim beberapa pegawainya untuk mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang dilakukan salah satunya oleh  (KARS). Hal ini dilakukan agar pemahaman tentang standar akreditasi baru lebih mendalam sehingga dapat diterapkan dengan baik di rumah sakit.

Sosialisasi Hand Hygiene pada setiap event RS

Sosialisasi Hand Hygiene pada setiap event

RS PKU Muhammadiyah Bantul menurut Budi Santosa mempunyai target untuk mendapatkan hasil akreditasi dengan tingkat Paripurna mengikuti jejak rumah sakit amal usaha Muhammadiyah lainnya di antaranya RS PKU Muhammadiyah Solo dan RS Muhammadiyah Lamongan. Hal ini berarti seluruh bab dalam akreditasi yaitu berjumlah 15 bab harus mendapatkan hasil major dengan nilai minimum setiap bab di atas 80%.

Diharapkan, pegawai rumah sakit dapat konsisten tetap menjaga mutu menjalankan pelayanan sesuai standar terbaik, sesuai dengan motto “Layananku Ibadahku” bahkan hingga setelah proses akreditasi berakhir. Dengan demikian, target akreditasi rumah sakit yang sebenarnya yaitu kendali mutu dan patient safety dapat tetap terlaksana dengan baik. (WP)

Sharing is caring!