28 Maret 2015

dr. Erwin Santosa, Sp.A., M.Kes.

dr. Erwin Santosa, Sp.A., M.Kes.

Bertempat di Convention Hall – UMY Teaching Hospital, RS PKU Muhammadiyah Unit II MMR UMY bekerja sama dengan Konsorsium RS Muhammadiyah/ ‘Aisyiyah (KORSMA) menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan “Aktivasi Code Blue RS.” Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Seminar dan Pelatihan “Manajemen Komite Medis dan Keperawatan” yang akan diselenggarakan keesokan harinya (29 Maret 2015).

Acara yang dimulai dengan sambutan dr. Erwin Santosa, Sp.A., M.Kes. selaku Kaprodi MMR UMY sekaligus Ketua Konsorsium RS Muhammadiyah/ ‘Aisyiyah (KORSMA) ini diikuti oleh tidak kurang dari 150 peserta. Didampingi oleh pengelola Prodi MMR UMY dan Direktur RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, acara ini dibuka oleh Kaprodi MMR.

Aktivasi Code Blue RS adalah hal yang niscaya harus dikelola dengan baik oleh RS. Selain sebagai pra-syarat akreditasi RS versi KARS 2012 maupun standar Joint Commmitte International (JCI), sistem pengelolaan keadaan gawat darurat yang dapat diaktivasi dengan cepat dan tepat setiap saat sangat diperlukan. Aspek ini mendukung pelayanan RS secara keseluruhan, maupun keselamatan pasien secara khusus. Dalam, standar akreditasi setiap staf RS harus mengetahui bagaimana sistem ini dapat dijangkau untuk diaktifkan segera. Pimpinan RS harus menjamin bahwa setiap staf baik medis maupun non-medis memiliki kemampuan dasar BLS (Basic Life Support) serta menyiapkan sistem dan sarana prasarana yang diperlukan guna memastikan Code Blue tersebut dapat terlaksana.

Lebih lanjut, dalam sambutannya dr. Erwin menyinggung tentang pentingnya kepedulian manajer klinik dalam mencapai Good Clinical Governance. Manajer klinik seharusnya dapat melaksanakn peran ganda dalam hal fungsional dan struktural. Oleh karenanya, mereka seharusnya dapat mengaplikasikan profesi klinis (ilmu medis/ keperawatan) dan peran sebagai manajer (ilmu manajemen dan administrasi).

dr. Erwin meyebutkan tentang fakta di lapangan bahwa peran manajer klinik di RS khususnya medik masih kurang, terutama bila dibandingkan dengan manajer klinik keperawatan. Oleh karenanya, peran komite medik dan keperawatan seharusnya dapat dioptimalkan guna mendukung tercapainya hal tersebut. Para dokter harus dapat memahami clinical leadership serta tanggung jawabnya tidak hanya dalam hal terapi medik (profesi medik), namun juga manajer pelayanan dalam tingkat yang sesuai. (MA)

2

Seminar dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh dr. Nahar Taufiq, Sp.JP. (K), FASCCmengenai “Bantuan Hidup Dasar” dan “Sistem Aktivasi Tim Resusitasi Jantung Paru.” Pada sesi berikutnya peserta terbagi dalam beberapa station untuk melakukan simulasi BLS, AED, serta aktivasi icode blue. (MA)