Tokushima, 29 November 2017

Tokushima University Hospital Tokushima-Japan

Saya sangat beruntung dapat berkesempatan hadir untuk mengikuti kegiatan “Infection Control and Network Area Lecturer” yang diselenggarakan oleh Infection Prevention and Control Departement, Tokushima University Hospital, Tokushima, Tokushima Prefecture, Japan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Infection Prevention and Control Training Program di Tokushima University Hospital-2017, yang mana kegiatan ini setiap tahunnya disupport oleh Fujii Otsuka Fund for International Education and Research Exchanges selama satu bulan di Toksuhima University Hospital. Peserta training tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Tokushima University Hospital.

Kegiatan sharing lecturer ini berdurasi 1,5 jam (19.00-20.30 waktu Tokushima), menghadirkan 3 (tiga) orang narasumber, dua diantaranya berasal dari Tokushima-Japan dan satu pembicara dari Yogyakarta-Indonesia. Kedua pembicara Jepang tentu saja menampilkan dan menyampaikan materi dalam bahasa Jepang, sedangkan dari Indonesia dalam bahasa Inggris. Peserta kuliah umum ini dihadiri oleh dokter, perawat maupun public health yang berasal dari dinas kesehatan, fasilitas pelayanan primer, dan rumah sakit baik itu milik pemerintah maupun swasta. Kegiatan ini tentu saja gratis alias tidak berbayar (tidak dipungut biaya), dan baik narasumber maupun peserta tidak diberikan honor ataupun lungsum, seperti pada umumnya yang terjadi di Indonesia. Meskipun demikian baik narasumber maupun peserta sangat antusias mendengarkan materi-materi yang disampaikan hingga akhir acara, tidak ada satupun peserta yang pulang sebelum waktunya.

Pembicara pertama yaitu Mr. Yamaguchi Hiroshi yang berbicara tentang “Current Status of Tuberculosis in Our Hospital and Multidrug-Resistant M.Tuberculosis”. Mr. Hiroshi ini adalah seorang Director of Infection Disease Department and Director of Infectious Disease Control Center dari Tokushima Prefectural Central Hospital. Beliau banyak berbagi tentang kasus-kasus tuberculosis yang terjadi di Tokushima Prefectural Central Hospital, mulai dari prosedur (SOP) pemeriksaan hingga penanganan tuberkulosis.

Ibu Dr. Elsye Maria Rosa.,M.Kep sedang presentasi tentang kondisi Tuberkulosis di Indonesia

 

Pembicara kedua adalah ibu Dr. Elsye Maria Rosa., M.Kep yang menyampaikan kondisi Tuberkulosis di Indonesia. Sebagaimana telah kita ketahui, Ibu Dr.Elsye ini adalah Sekretaris Prodi Magister Manajemen Rumah Sakit (MMR), beliau lulusan S3-Doctoral Program Majoring in Educational Management, Universitas Negeri Jakarta-2011, dan S2 Master of Nursing Management, Universitas Indonesia-2002.

Dan pembicara terakhir adalah Mr. Fujiwara Ryosuke,  yang sharing tentang “Health Center Activities Related to TB Control”. Mr. Ryosuke ini adalah seorang Head of Infectious Disease Control, Tokushima Health Center, Tokushima Prefecture – Eastern Health and Welfare Bureau. Dalam slides yang ditampilkan oleh Mr. Ryosuke ini bahwa Toksuhima merupakan peringkat kelima terbanyak penyakit Tuberculosis. Adapun urutan top 5 (terbesar) penyakit TB di Jepang adalah Osaka, Tokyo, Aichi, Gifu dan terakhir Tokushima. Materi yang disampaikan oleh Mr. Ryosuke ini akan saya tulis lengkap di artikel berikutnya ya.. karena saya harus menterjemahkan dulu dari bahasa Jepang kedalam bahasa Inggris.

Tokushima, November 30, 2017