Bertempat di ruang kuliah MMR 1, pada 26 April 2014, diselenggarakan WorkshopHospital Engineering. Dalam workshop kali ini dihadiri oleh tokoh dari berbagai sektor, baik dari prodi  manajemen rumah sakit, fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan, fakultas teknik, ataupun para manajer dari berbagai rumah sakit amal usaha Muhammadiyah. Workshop Hospital Engineering kali ini mempunyai tujuan guna tersusunnya kerangka pikir tentang rekayasa dan prasarana rumah sakit.

Dosen-dosen yang hadir dalam Workshop Hospital Engineering

Kaprodi MMR dan para dosen yang hadir dalam Workshop Hospital Engineering

UMY sebagai salah satu unversitas swasta terbaik di Indonesia ingin memberikan sumbangsih di bidang perumahsakitan dengan merancang berdirinya program studi Hospital Engineering yang bertitik tumpu pada teknik perumahsakitan baik dalam hal perencanaan ataupun pengelolaan rumah sakit. Hal ini muncul atas dasar keprihatinan terhadap fakta bahwa rumah sakit pendidikan di Indonesia belum memenuhi standar dalam prinsip-prinsip dasar perencanaan sebuah rumah sakit, terutama kelemahan dalam hal perencanaan dan kelemahan dalam aspek teknis. Bila rumah sakit pendidikan saja kurang memperhatikan aspek-aspek penting dalam manajemen fasilitas dan keselamatan, maka bagaimanakah dengan rumah sakit non-pendidikan? Hal ini tetnu menjadi PR besar bagi kita semua.

Rumah sakit di Indonesia pada sistem kesehatan saat ini dituntut untuk meningkatkan mutu rumah sakit terutama pada sisi keselamatan baik bagi pasien, pengunjung ataupun pegawai rumah sakit yakni dari segi fasilitas, pencegahan dan pengendalian infeksi ataupun hal laiinya. Hal ini pula diatur dalam sistem akreditasi rumah sakit yang telah ditetapkan oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) terutama dalam kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit. Hal yang berkaitan dengan keselamatan di rumah sakit dalam hal fasilitas diatur dalam Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK).

Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) berisi ketentuan bahwa rumah sakit dalam kegiatannya wajib menyediakan fasilitas yang aman, berfungsi dan supportif bagi pasien, keluarga, staf dan pengunjung. Untuk mencapai tujuan ini, fasilitas fisik, medis, dan peralatan lainnya harus dikelola secara efektif. Secara khusus, manajemen harus berusaha keras untuk mengurangi dan mengendalikan bahaya dan risiko, mencegah kecelakaan dan cidera, dan memelihara kondisi aman.

Manajemen yang efektif dalam hal fasilitas yang betujuan untuk keselamatan di rumah sakit meliputi perencanaan, pendidikan dan pemantauan yang bersifat multi disiplin. Dalam hal perencanaan, pimpinan rumah sakit merencanakan ruang, peralatan, dan sumber daya yang dibutuhkan agar aman dan efektif untuk menunjang pelayanan klinis yang diberikan. Sementara itu dalam hal pendidikan, seluruh staf dididik tentang fasilitas, cara mengurangi risiko dan bagaimana memonitor dan melaporkan situasi yang menimbulkan resiko. Dan dalam hal pemantauan dibutuhkan kriteria kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi sistem yang penting dan mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan.

Dalam pelaksanaannya, workshop yang berbentuk focus group discussion dihadiri oleh Ir. Johhny Sinaga, MT sebagai narasumber yang merupakan anggota Tim Rumah Sakit Pendidikan Ditjen Dikti. Beliau memaparkan bahwa rumah sakit di kemudian hari diharapakan akan menajadi smart hospital yang berbasis teknologi informasi yang mengutamakan patient safety. Untuk itulah diperlukan perencanaan dan pengembangan rumah sakit yang baik. Sebagai langkah konkrit untuk terbentuknya prodi hospital engineering maka selanjutnya akan diinisiasi da;am kuliah elektif prodi MMR yang juga akan dihadiri oleh mahasiswa manajemen rumah sakit, mahasiswa fakultas kedokteran, dan mahasiswa fakultas teknik. (WP)

Sharing is caring!